Location via proxy:   [ UP ]  
[Report a bug]   [Manage cookies]                

Endapan Magmatik

Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Anda di halaman 1dari 4

ENDAPAN MAGMATIK

Mineral-mineral bijih seperti magnetit, ilmenit, kromit terbentuk pada fase awal diferensiasi
magma, bersamaan dengan pembentukan mineral olivine, piroksen, Ca-Plagioklas. Semua
mineral bijih yang terbentuk pada fase ini disebut sebagai endapan magmatik. Beberapa proses
pada fase magmatisme diantaranya meliputi:
a. Proses kristalisasi (diseminasi), intan (C ) pada kimberlit
b. Proses segregasi (kumulat, gravity settling): kromit (Cr), magnetit
(Fe), platinum (Pt)
c. Liquid immiscibility : : Cu-Ni sulfide, Fe-Ti Oksida
d. Pegmatik : Fe, Sn
Di Indonesia endapan-endapan bijih yang disebabkan oleh proses magmatik, sampai sekarang
belum menunjukksan nilai ekonomi yang signifikan. Konsentrasi bijih besi (Fe) atau nikel (Ni)
lebih disebabkasn oleh proses pelapukan, baik kimiawi maupun fisik, membentuk endapan
residusal atau placer.
Magmatic Concentration (Pengayaan Magma )
Terbentuknya bahan galian karena adanya diff dari magma. Magma sebagai cairan panas
dan pijar merupakan sumber dari jebakan bijih yang terjadi dari bermacam-macam komponen,
dimana dari masing-masing komponen mempunyai daya larut yang berlainan. Pada waktu
magma naik ke permukaan bumi, maka temperature dan tekanannya akan turun. Akibatnya
terjadi kristalisasi, dimana komponen yang sukar larut akan mengkristal lebih dahulu sebagai
terbentuk endapan bijih.
Proses magmatic concentration dibagi atas:
Endapan magmatik awal ( Early Magmatik deposite )
Endapan Early

Magmatic dihasilkan

dari

proses

magmatik

langsung,

yang

disebut orthomagmatik (proses pengkristalan magma hingga mencapai 90%). Mineral bijih pada
endapan ini selalu berasosiasi dengan batuan beku plutonik ultrabasa dan basa. Cara
terbentuknya endapan ini bisa terjadi dengan 3 cara, yaitu :
a. Kristalisasi sederhana tanpa konsentrasi (disseminasi), terjadi pada magma dalam
yang kemudian akan menghasilkan batuan beku granular, dimana kristal yang terbentuk

di awal akan tersebar seluruhnya,. Bentuk endapan yang dihasilkan intrusif seperti dike,
pipa atau stock. Contoh endapan ini adalah diamond pipe pada batuan kimberlite di Afrika
b.

Selatan.
Segregasi, dimana konsentrasi awal magma dari hasil diferensiasi mengalami pemisahan
karena tenggelamnya kristal berat yang terbentuk ke bagian bawah magma chamber,
seperti

yang

terjadi

pada chromite.

Endapan

segregasi

early

magmatic

umumnya lenticular dan relative berukuran kecil, biasanya berupa disconnected pod-shape
lenses,

stringer

&

buches

dan

kadang

membentuk

layer

dalam

hostrock

(contohnya stratiform band of chromite pada Bushveld Igneous Complex, Afrika Selatan)
Contoh lainnya endapan segregasi early magmatic ada pada Stillwater Complex di
Montana.
c. Injeksi, dimana mineral bijih terkonsentrasi oleh diferensiasi kristalisasi lebih awal atau
berbarengan dengan batuan yang berasosiasi dengan mineral silikan. Mineral bijih tersebut
diinjeksikan ke dalam host rock atau batuan sekitarnya, sebagai mush kristal oksida yang
fluidanya dari residual magma. Mineral bijih tersebut memotong struktur batuan termasuk
fragmen batuan, atau terjadi sebagai dike atau tubuh intrusi lainnya. Contoh endapan ini
adalah Titaniferous magnetite dike di Cumberland, Rhode Island, Magnetite di Kiruna,
Swedia, Platinum pipes dan beberapa Bushveld Complex di Afrika Selatan, Ilmenite of
Allard Lake, Quebec.
Endapan Magmatik Akhir ( Late Magmatic Deposite )
Jebakan menghasilkan kristal setelah terbentuk batuan silikat sebagai bentuk sisa magma
yang lebih kompleks dan mempunyai corak dengan variasi yang lebih banyak. Magma dari
endpan late magmatic mempunyai sifat mobilitas tinggi.
Jebakan ore mineral late magmatic terjadi setelah terbentuknya batuan silikat yang
menerobos dan bereaksi dan menghasilkan rangkaian reaksi. Perubahan ini disebut Deuteric
alteration yang terjadi pada akhir kristalisasi dari batuan beku dan cirri-cirinya hampir mirip
dengan efek yang dihasilkan proses pneumatolytic atau larutan hydrothermal.
Jebakan late magmatic terutama berasosiasi dengan batuan beku yang basic dan
disebabkan oleh bermacam-macam proses differensiasi, kebanyakan jebakan mgmatic termasuk
dalam golongan sebagai berikut :

Residual Liquid Segregation, Dalam proses diff magma, residual magma umumnya lebih kaya
akan silikat alkali dan uap air. Twetapi pada jenis magma yang basic menjadi kaya oleh Fe dan
Ti. Ini adalah magma yang utama yang menghasilkan anorthosite. Plagiocelah mengkristal
pertama-tama dan Fe oksida dengan atau tanpa piroxenne mengkristal belakangan. Resudual
liquid tadi mungkun menerobos keluar atau bisa juga trepisah dari rongga-rongga kristal dari
dapur magma dan mengkristal disitu tanpa perpindahan. Beberapa badan bijih yang terjadi cukup
besar dan kaya untuk membetuk jebakan yang berharga. Jebakan ini umumnya sejajar dengan
struktur primer btuan sekitarnya yang umumnya terdiri dari anhorthsite, norite, gabro atau batuan
lain. Contoh: Cebakan Titanifereous magnetite di Bushveld complex di Afrika Selatan, Cebakan
platinum di Iron Mountain, Wyo.
Residual Liquid Injection, Proses ini hampir sama dengan diatas, dimana kumpulan residual
liquid yang banyak mengandung Fe oleh adanya tekanan dari luar menyebabkan :
a.

Liquid menerobos keluar ke tempat yang tekanannya lebih rendah ke dalam celah atau

perlapisan batuan di atasnya.


b.

Jika pengumpulan liquid ini tidak terjadi, maka residual liquid yang kaya Fe akan terfilter

keluar membentuk late magmatic injection deposite.


Immiscible Liquid Segregation, Dalam sisa magma yang basic dari Fe-Ni-Cu Sulphide berupa
saat pendinginan mereka memisah membentuk bagian yang tidak bisa bercampur mengumpul
pada dasar sumber magma membentuk larutan yang terpisah. Contoh: Di Sudbury Ontario,
Canada terdapat cebakan bijih Ni dalam bentuk lensa yang teratur pipih disebut Marginal
Deposite. Keseluruhan ini terdapat dalam batuan norite brexia dimana mineral-mineralnya adalh
pyrrhotite, Chalcopyrite, Petlandite ( bijih Ca dan Ni ), magnetite, pyrote. Cebakan Ni, Cu
Sulphide di Insizwa Afrika Selatan, mineral Pyrrhotite, Chalcopyrite, Petlandite dalam batuan
gabro yang kontak dengan sedimen. Di samping itu terdapat pula au dan Ag.
Immiscible Liquid injection, Proses ini hampir sama dengan proses Immiscible Liquid
Segregation di atas. Dimana pada residu liquid yang kaya akan suphide diselingi gangguan
sebelum konsolidasi sehingga menyebabkan liquid menerobos ke dalam celah-celah batuan.
Bentuk jebakan tidak teratur atau dapat mirip bentuk dike. Contoh: Cebakan di Vlacfontein,
Afrika Selatan. jebakan Nickel di Norwegia.
Perbedaan antara Early Magmatic Deposits dan Late Magmatic Deposits

Early Magmatic Deposits harus terletak dalam batuan beku pada tempat pengendapan
dan mineral bijih terakumulasi sebagai padatan, tidak ada mobilitas setelah akumulasi,
sedangkan Late Magmatic Deposits terakumulasi melalui mobilitas dan endapan mungkin
terletak dengan sempit dan selaras dalam host rock atau memotong struktur internal.

Anda mungkin juga menyukai