Location via proxy:   [ UP ]  
[Report a bug]   [Manage cookies]                
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan104 halaman

Silat Ccna

Unduh sebagai pdf atau txt
Unduh sebagai pdf atau txt
Unduh sebagai pdf atau txt
Anda di halaman 1/ 104

“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya haturkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang masih

memberi penulis kekuatan dan kesempatan sehingga dapat menyelesaikan

penulisan modul yang berjudul, “Silat CCNA’”.

Selanjutnya, penulis dengan segala kerendahan hati dan penuh ketulusan

menyampaikan ucapan terima kasih kepada:

1. Kedua orang tua saya yang telah mendukung dengan sepenuh hati.

2. Bapak Ahmad Rodly, S.Kom sebagai guru produktif saya.

3. Dan seluruh guru yang mengajar di SMK Karya Bahana Mandiri yang

tidak bisa saya sebutkan satu persatu

Sebagai penutup, penulis menyadari banyaknya kekurangan pada penulisan

modul ini. Oleh karena itu, penulis berharap agar para pembaca dan para guru

berkenan untuk mengoreksi, memberi saran, serta kritik agar kedepannya

penulis bisa menjadi lebih baik lagi.

Semoga, modul standard ccna ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-

teman pembaca setia modul ini.

Bekasi, 25 Desember 2017

Sahrul Hidayat

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 1


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ..................................................................................................... 1

Daftar Isi .............................................................................................................. 2

BAB I CISCO BASIC .......................................................................................... 4

Lab 1.1 – Kenalan Sama Cisco ......................................................................... 5

Lab 1.2 - Mengakses Cisco ............................................................................. 6

Lab 1.3 – Menginstal Cisco Packet Tracer .................................................. 8

Lab 1.4 – Menginstal GNS3 ............................................................................ 9

Lab 1.5 – Perintah Dasar Cisco ..................................................................... 10

Lab 1.6 – Mengoperasikan Cisco Packet Tracer ....................................... 14

BAB II SWITCHING ....................................................................................... 16

Lab 2.1 - VLAN ( Virtual LAN ) .................................................................... 17

Lab 2.2 – VLAN Trunking .............................................................................. 21

Lab 2.3 - Allowed Trunk ............................................................................... 25

Lab 2.4 – InterVlan Routing ......................................................................... 27

Lab 2.5 – Dhcp Server Pada Router............................................................ 30

Lab 2.6 – Switch Virtual Interface (SVI) ................................................ 32

Lab 2.7 – DHCP Pada MLS ............................................................................. 35

Lab 2.8 – Trunk Pada MLS ............................................................................ 37

Lab 2.9 – Virtual Trunking Protocol ............................................................ 39

Lab 2.10 – Port Security................................................................................ 44

Lab 2.11 – Spanning Tree Protocol .............................................................. 49

Lab 2.12 – Spanning Tree PortFast ............................................................. 52

Lab 2.13 – Etherchannel LACP ..................................................................... 53

Lab 2.14 – Etherchannel PAGP ..................................................................... 55

Lab 2.15 – Etherchannel Layer 3 ................................................................. 57

Lab 2.16 – Mengaktifkan Telnet di Switch .............................................. 59

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 2


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Lab 2.17 – Mengaktifkan SSH di Switch ................................................... 60

Lab 2.18 – Lembar Kerja Siswa .................................................................... 63

BAB III ROUTING ............................................................................................ 64

Overview............................................................................................................. 65

Lab 3.1 - Static Routing (Skenario 1) .......................................................... 66

Lab 3.2 – Static Routing (Skenario 2) ........................................................ 70

Lab 3.3 – Routing Dynamic EIGRP (Skenario 1) ......................................... 74

Lab 3.4 – Routing Dynamic EIGRP (Skenario 2) ........................................ 78

Lab 3.5 – Routing Dynamic OSPF (Skenario 1) .......................................... 83

Lab 3.6 – Routing Dynamic OSPF (Skenario 2).......................................... 87

Lab 3.7 – Standard Access List .................................................................... 92

Lab 3.8 – Extended Access List ................................................................... 97

Lab 3.9 – Lembar Kerja Siswa ....................................................................... 100

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 101

TENTANG PENULIS ........................................................................................ 102

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 3


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

BAB I
CISCO BASIC

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 4


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 1.1 Kenalan Sama Cisco

Sebelum kita mulai ke lab ataupun ke inti dari materi ini kita harus tahu

terlebih dulu sebenernya cisco itu apa sih.? Cisco Systems adalah perusahaan

global dalam bidang telekomunikasi yang bermarkas di San José, California,

Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1984. Perusahaan ini

mempekerjakan 51.480 pekerja. pendiri perusahaan ini adalah Sandy Lerner,

Leonard Bosack.

Setelah kita mengetahui cisco itu apa.? Sekarang saya akan menjelaskan

tentang bagaimana cara memahami modul ini, modul ini dibuat dengan software

simulasi cisco packet tracer versi 6.3 ke atas jadi sebelum kalian memulai lab

ini kalian harus menginstal software cisco packet tracer terlebih dulu.

Modul ini dibuat sebagai bahan belajar untuk sekolah SMK Karya Bahana

Mandiri 1 dan isi dari modul ini masih materi CCNA Routing & Switching Basic

saja.

Ok disini saya akan menjelaskan apa sih CCNA itu.? CCNA (Cisco Certified

Network Associate) adalah sertifikasi yang populer di kompetensi IT dalam

teknologi jaringan komputer yang dikembangkan oleh Cisco Systems. Cisco

menciptakan CCNA untuk mengenali kompetensi dasar dalam instalasi dan

dukungan dari jaringan berskala menengah. CCNA berlaku selama 3 tahun.

Gambar 1.1 Track Sertifikasi Cisco

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 5


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 1.2 Mengakses Cisco

Ada beberapa alat yang dibutuhkan untuk mengakses cisco yaitu :

Gambar 1.2 Kabel Console

Gambar 1.3 Console To USB

Gambar 1.4 Console Cisco Device

Setelah semua alat ada selanjutnya colokan kabel console to usb ke laptop kita
lalu kita lihat pada device manager COM berapa yang terinstall di Laptop kita.

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 6


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

( catatan jika mengalami masalah pada device manager instal driver terlebih
dulu, bisa download di internet atau jika kita membeli perangkat baru cisco
biasanya ada cd driver nya)

Gambar 1.5 Device Manager

Kemudian buka software putty untuk mengakses cisco bisa kita download di
internet jika belom punya

Gambar 1.6 Tampilan Putty

Setting seperti diatas dan klik open maka cisco sudah bisa kita akses seperti
biasa

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 7


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 1.3 Menginstal Cisco Packet Tracer

Sekilas mungkin kalian bertanya-tanya cisco packet tracer apa itu.? Mari kita

belajar bersama. Software ini digunakan untuk media pembelajaran dan

pelatihan kenapa kita tidak menggunakan hardware cisco secara langsung.?

Jawabannya karena hardware cisco cukup mahal namun jika sudah belajar

secara professional saya sarankan untuk membeli hardware-nya dikarenakan

ada beberapa fitur yang hanya ada di hardware aslinya.

Kalian bisa mendownload software ini di internet atau pada web resmi dibawah

ini

https://www.netacad.com/courses/packet-tracer-download/

Gambar 1.7 Installer CPT

Jika sudah mempunyai file nya tinggal kita jalankan dan instal seperti biasa

next terus sampai selesai dan berikut tampilan awal cisco packet tracer

Gambar 1.8 Tampilan Awal CPT

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 8


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 1.4 Menginstal GNS3


Selain software cisco packet tracer ada juga software simulasi lainnya yaitu
GNS3. GNS3 (Graphic Network Simulator) adalah software simulasi jaringan
komputer berbasis GUI yang mirip dengan Cisco Packet Tracer. Namun pada
GNS3 memungkinkan simulasi jaringan yang komplek, karena menggunakan
operating system asli dari perangkat jaringan seperti cisco dan juniper.

Kalian bisa mendownload software tersebut pada web nya dibawah ini

https://www.gns3.com/software

Gambar 1.9 Installer Gns3

Instal gns3 seperti biasa next terus sampai selesai atau bisa lihat cara instal
nya di internet berikut tampilan awal gns3

Gambar 1.10 Tampilan Awal GNS3

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 9


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 1.5 Perintah Dasar Cisco


Ada beberapa perintah dasar cisco yang wajib kalian ketahui :

Jenis-jenis mode dalam cisco :

Switch>enable ------- ( User Mode)

Switch# ----------- (Previlige mode)

Switch#configure terminal

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Switch(config)# --------- (Global configuration mode)

Ada beberapa hak akses ketika masuk dalam Cisco :

 User mode ditandai dengan tanda “>”

 Previlige mode ditandai dengan tanda “#”. Untuk masuk dari user mode

ke previlige mode ketikkan perintah enable.

 Global configuration mode digunakan untuk mengkonfigurasi perangkat.

Memberi Password Pada Cisco

Keamanan adalah hal yang penting dalam suatu jaringan. Agar tidak sembarang

orang bisa mengakses nya dan terhindar dari kejahilan orang-orang nakal

diluar sana.

 Membuat Password Line Console maka ketika melakukan config melalui

port console akan diminta login.

Switch>enable

Switch#configure terminal

Switch(config)#line console 0

Switch(config-line)#password kbmbisa

Switch(config-line)#login

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 10


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

 Maka ketika kita ingin mengakses perangkat cisco akan muncul hal
seperti berikut

User Access Verification

Password: kbmbisa (masukan password-nya dan enter)

 Konfigurasi virtual terminal agar device bisa ditelnet lebih spesifik


dengan menggunakan username dan password

Switch>enable

Switch#configure terminal

Switch(config)#username sahrul

Switch(config)#enable password kbm1 -- (tidak dienkripsi)

Switch(config)#enable secret kbm2 ---- (ter-enkripsi)

 Ketika di show run

Switch#

Switch#show running

Building configuration...

Current configuration : 597 bytes

version 12.1

no service timestamps log datetime msec

no service timestamps debug datetime msec

no service password-encryption

hostname Switch

enable secret 5 $1$mERr$qHOXfSrhZTxgB2p2pWelt1

enable password kbm1

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 11


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Keterangan :

- enable secret = password diencripsi.

- enable password = password tidak dienciprsi dan dapat dilihat

dengan show run. Jika kita mengeset enable secret dan enable

password, maka yang dipakai adalah enable secret.

 Mengganti Hostname

Switch#configure terminal

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Switch(config)#hostname KBM1

KBM1(config)#

 Menyimpan Konfigurasi ( cara kesatu )

KBM1#write

Building configuration...

[OK]

KBM1#

 Menyimpan Konfigurasi (cara kedua)

KBM1#copy running-config startup-config

Destination filename [startup-config]?

Building configuration...

[OK]

KBM1#

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 12


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

 Mereset Konfigurasi

KBM1#write erase

Erasing the nvram filesystem will remove all configuration files!


Continue? [confirm]

[OK]

Erase of nvram: complete

%SYS-7-NV_BLOCK_INIT: Initialized the geometry of nvram

 Merestart Device Cisco

KBM1#reload

Proceed with reload? [confirm]

PT3000 Boot Loader (PT3000-HBOOT-M) Version 12.1(11r)EA1,


RELEASE SOFTWARE (fc1)

Compiled Mon 22-Jul-02 18:57 by miwang

Cisco WS-CSwitch-PT (RC32300) processor (revision C0) with 21039K


bytes of memory…………

……………………………

……………………………

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 13


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 1.6 Mengoperasikan Cisco Packet Tracer


Pada lab 1.6 ini saya akan menjelaskan cara membuat topologi pada cisco

packet tracer sebelum memulai lab alangkah baiknya kita tahu cara membuat

topologi dan basic lainnya seperti dibawah ini

1. Cara membuat topologi, caranya drag and drop perangkat ke area kerja

seperti digambar

Gambar 1.11 Area Kerja CPT

2. Contoh hasil topologi

Gambar 1.12 Topologi Basic

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 14


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

3. Cara mengisi IP Address pada Laptop atau komputer, Double click

perangkatnya lalu masuk ke TAB desktop seperti gambar dibawah

Gambar 1.13 IP Address

Gambar 1.14 Contoh Pengisian IP Address

---Alhamdullilah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 15


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

BAB II
SWITCHING

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 16


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.1 VLAN (Virtual LAN)

VLAN adalah teknologi pada switch yang bisa membagi-bagi satu switch
menjadi beberapa broadcast domain yang berbeda-beda, sehingga dalam
switch Menjadi seperti terdapat beberapa jaringan LAN. Secara default
seluruh interface pada switch berada pada VLAN-ID 1 atau VLAN Default.

Mulai ngelab :

1. Buatlah topologi seperti dibawah ini VLAN 10 diatas dan VLAN 20


dibawah :

Gambar 2.1 VLAN

2. Buatlah beberapa VLAN Sesuai Topologi diatas

Switch>en

Switch#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Switch(config)#hostname SW-VLAN

SW-VLAN(config)#VLAN 10

SW-VLAN(config-vlan)#name TKJ

SW-VLAN(config-vlan)#exit

SW-VLAN(config)#VLAN 20

SW-VLAN(config-vlan)#name FARMASI

SW-VLAN(config-vlan)#exit

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 17


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

3. Definisikan atau masukan port interface nya sesuai topologi.

SW-VLAN(config)#interface range fa0/1-2

SW-VLAN(config-if-range)#switchport mode access

SW-VLAN(config-if-range)#switchport access vlan 10

SW-VLAN(config-if-range)#exit

SW-VLAN(config)#

SW-VLAN(config)#interface range fa0/3-4

SW-VLAN(config-if-range)#switchport mode access

SW-VLAN(config-if-range)#switchport access vlan 20

SW-VLAN(config-if-range)#exit

SW-VLAN(config)#do write ---- menyimpan konfigurasi

Building configuration...

[OK]

SW-VLAN(config)#

Keterangan :

- Port Fa0/1 dan Fa0/2 (VLAN 10)

- Port Fa0/3 dan Fa0/4 (VLAN 20)

4. Cek konfigurasi VLAN Perintahnya sebagai berikut

SW-ATAS-KBM#show vlan brief

VLAN Name Status Ports

---- -------------------------------- --------- -------------------------------

1 default active Fa0/5, Fa0/6, Fa0/7

Fa0/8, Fa0/9, Fa0/10, Fa0/11

Fa0/12, Fa0/13, Fa0/14, Fa0/15

Fa0/16, Fa0/17, Fa0/18, Fa0/19

Fa0/20, Fa0/21, Fa0/22, Fa0/23

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 18


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Fa0/24

10 TKJ active Fa0/1, Fa0/2

20 FARMASI active Fa0/3, Fa0/4

1002 fddi-default active

1003 token-ring-default active

1004 fddinet-default active

1005 trnet-default active

SW-ATAS-KBM#

Terlihat ada VLAN 10 dan VLAN 20 dengan VLAN-ID TKJ dan

FARMASI sampai saat ini vlan sudah berhasil kita buat.

5. Isi IP Address pada masing-masing Laptop Sesuai Topologi Contoh :

Pada Laptop yang berada pada VLAN 10 :

Gambar 2.2 Mengisi IP Address Laptop-0

Catatan : Isi IP Address pada semua Laptop

6. Test Ping Antar Laptop yang berada pada VLAN yang sama

Gambar 2.3 Test Ping Laptop-0 Ke Laptop-1

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 19


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

7. Lalu kita coba ke Laptop yang berada pada VLAN 20

Gambar 2.4 Test Ping Laptop-0 Ke Laptop 3

Ping Request Time Out, Kenapa.?

Jawabannya karena kalo sudah berbeda vlan maka dia sudah berbeda

segment jaringan untuk menghubungkannya harus membuat gateway(

router on stick ) terlebih dahulu tapi pada lab ini sudah cukup sampai

disini ok see you next LAB.

---Alhamdullilah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 20


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.2 VLAN TRUNKING


Setelah pada Lab sebelumnya kita sudah membahas VLAN maka pada Lab ini

kita akan belajar tentang Vlan Trunking. Vlan Trunking adalah suatu cara untuk

menghubungkan VLAN-ID yang sama namun terletak pada switch yang

berbeda. Artinya kita akan menghubungkan Vlan yang berada pada sw-1 dengan

Vlan yang berada pada sw-2 atau sebaliknya.

Mulai ngelab :

1. Buatlah Topologi seperti dibawah ini

Gambar 2.5 Topologi VLAN Trunking

2. buatlah beberapa VLAN Seperti pada lab sebelumnya caranya dan

daftarkan portnya sesuai topologi.

Konfigurasi Pada SW-ATAS-KBM

Switch>enable

Switch#configure terminal

Switch(config)#hostname SW-ATAS-KBM

SW-ATAS-KBM(config)#vlan 10

SW-ATAS-KBM(config-vlan)#name TKJ

SW-ATAS-KBM(config-vlan)#exit

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 21


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

SW-ATAS-KBM(config)#vlan 20

SW-ATAS-KBM(config-vlan)#name FARMASI

SW-ATAS-KBM(config-vlan)#exit

SW-ATAS-KBM(config)#Interface fa0/1

SW-ATAS-KBM(config-if)#switchport mode access

SW-ATAS-KBM(config-if)#switchport access vlan 10

SW-ATAS-KBM(config-if)#exit

SW-ATAS-KBM(config)#interface fa0/2

SW-ATAS-KBM(config-if)#switchport mode access

SW-ATAS-KBM(config-if)#switchport access vlan 20

SW-ATAS-KBM(config-if)#exit

Konfigurasi Pada SW-BAWAH-KBM

Switch>enable

Switch#configure terminal

Switch(config)#hostname SW-BAWAH-KBM

SW-BAWAH-KBM(config)#vlan 10

SW-BAWAH-KBM(config-vlan)#name TKJ

SW-BAWAH-KBM(config-vlan)#exit

SW-BAWAH-KBM(config)#vlan 20

SW-BAWAH-KBM(config-vlan)#name FARMASI

SW-BAWAH-KBM(config-vlan)#exit

SW-BAWAH-KBM(config)#Interface fa0/1

SW-BAWAH-KBM(config-if)#switchport mode access

SW-BAWAH-KBM(config-if)#switchport access vlan 10

SW-BAWAH-KBM(config-if)#exit

SW-BAWAH-KBM(config)#interface fa0/2

SW-BAWAH-KBM(config-if)#switchport mode access

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 22


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

SW-BAWAH-KBM(config-if)#switchport access vlan 20

SW-BAWAH-KBM(config-if)#exit

3. Konfigurasikan mode trunk pada Interface yang terhubung antar switch

sesuai topologi

Konfigurasi Pada SW-ATAS-KBM

SW-ATAS-KBM(config)#interface fa0/3

SW-ATAS-KBM(config-if)#switchport mode trunk

Konfigurasi Pada SW-BAWAH-KBM

SW-BAWAH-KBM(config)#interface fa0/3

SW-BAWAH-KBM(config-if)#switchport mode trunk

4. Isi IP Address sesuai Topologi pada setiap Laptop

Gambar 2.6 Mengisi IP Address Pada Laptop-1

Catatan : lakukan pada semua Laptop

5. Untuk melihat interface trunk ketikan perintah dibawah ini maka akan

terlihat interface berapa yang dalam mode trunk

SW-ATAS-KBM#show interface trunk

Port Mode Encapsulation Status Native vlan

Fa0/3 on 802.1q trunking 1

Port Vlans allowed on trunk

Fa0/3 1-1005

……..!

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 23


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

6. Lakukan Test Ping dari Laptop3 ke Laptop1 (Berada pada VLAN20

namun terletak pada switch yang beda) pastikan berhasil.

Gambar 2.7 Test Ping Dari Laptop-3 Ke Laptop-1

---Alhamdullilah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 24


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.3 Allowed Trunk

Setelah kita membahas trunking VLAN pada lab sebelumnya sekarang kita

akan membahas lab baru tujuan dari lab ini adalah agar switch hanya

mengizinkan vlan yang kita butuhkan saja untuk melakukan trunk.

Secara default, interface trunk akan mengizinkan vlan 1-1005 (semua vlan)

untuk melewatinya. Untuk bebrapa alasan kita diharuskan untuk

mengkonfigurasi agar interface trunk hanya mengizinkan vlan yang kita

butuhkan saja.

Catatan : masih menggunakan topologi pada Lab sebelumnya

1. Pertama kita lihat dulu interface trunknya dengan perintah dibawah ini

SW-ATAS-KBM#show interface trunk

Port Mode Encapsulation Status Native vlan

Fa0/3 on 802.1q trunking 1

Port Vlans allowed on trunk

Fa0/3 1-1005

Port Vlans allowed and active in management domain

Fa0/3 1,10,20

Diatas terlihat jelas bahwa VLAN 1-1005 yang diizinkan untuk

melakukan trunk bagaimana caranya agar hanya VLAN 10 dan 20 saja

yang diizinkan melakukan trunk.?

2. Berikut perintah nya simple ko, lakukan pada kedua switch ya

SW-ATAS-KBM(config)#interface fa0/3

SW-ATAS-KBM(config-if)#switchport trunk allowed vlan 10,20

SW-ATAS-KBM(config-if)#exit

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 25


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

3. Lalu cek kembali interface trunk nya dan pastikan berubah dan hanya

VLAN 10 dan 20 saja yang di izinkan.

SW-ATAS-KBM#show interface trunk

Port Mode Encapsulation Status Native vlan

Fa0/3 on 802.1q trunking 1

Port Vlans allowed on trunk

Fa0/3 10,20

Port Vlans allowed and active in management domain

Fa0/3 10,20

---Alhamdullilah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 26


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.4 InterVlan Routing


Pada materi sebelumnya kita sudah membahas VLAN dan VLAN yang berbeda
tidak bisa saling berkomunikasi nah pada lab ini kita akan membuat VLAN yang
berbeda untuk bisa saling berkomunikasi dengan bantuan perangkat Layer 3
(Network) yaitu Router ok langsung saja mulai :

Seperti biasa buatlah topologi seperti dibawah ini

Gambar 2.8 InterVlan Routing

1. Buatlah dua buah VLAN dengan ID Vlan 10 dan Vlan 20 dan definisikan
interface nya

Switch>enable

Switch#configure terminal

Switch(config)#vlan 10

Switch(config-vlan)#name TKJ

Switch(config-vlan)#exit

Switch(config)#vlan 20

Switch(config-vlan)#name FARMASI

Switch(config-vlan)#exit

Definiskan interface sesuai topologi

Switch(config)#interface fa0/2

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 27


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Switch(config-if)#switchport mode access

Switch(config-if)#switchport access vlan 10

Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface fa0/3

Switch(config-if)#switchport mode access

Switch(config-if)#switchport access vlan 20

Switch(config-if)#exit

2. Pasang Trunk pada interface yang terhubung ke arah router

Switch(config)#interface fa0/1

Switch(config-if)#switchport mode trunk

Switch(config-if)#switchport trunk allowed vlan 10,20

Switch(config-if)#exit

3. Setelah itu pasang IP Address pada router yang nanti nya kita gunakan
sebagai gateway dari masing-masing VLAN

Router>enable

Router#configure terminal

Router(config)#hostname R1

R1(config)#interface fa0/0

R1(config-if)#no shutdown

R1(config-if)#exit

R1(config)#interface f0/0.10

R1(config-subif)#encapsulation dot1Q 10

R1(config-subif)#ip address 192.168.1.254 255.255.255.0

R1(config-subif)#exit

R1(config)#interface fa0/0.20

R1(config-subif)#encapsulation dot1Q 20

R1(config-subif)#ip address 192.168.2.254 255.255.255.0

R1(config-subif)#exit

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 28


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

4. Setelah itu isi IP Address pada Laptop yang berada pada vlan 20 dan
vlan 10 sesuai topologi dan jangan lupa isi gateway nya juga

Gambar 2.9 Mengisi IP Address Pada Laptop-0

Gambar 2.10 Mengisi IP Address Pada Laptop-1

5. Coba test ping dari vlan 10 dan vlan 20 pastikan berhasil

Gambar 2.11 Test Ping Dari Laptop-0 Ke Laptop 1

---Alhamdullilah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 29


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.5 DHCP Pada Router


Pada lab sebelumnya kita mesetting IP Address secara manual dan apabila
komputer cukup banyak maka akan sangat memakan waktu nah maka dari itu
lab ini akan membahas materi dhcp pada router cisco apa sih dhcp itu.? Dhcp
adalah pemberian IP Address secara otomatis pada client yang membutuhkan.

Masih menggunakan topologi tadi dan jangan hapus konfigurasi InterVlan nya

Gambar 2.12 DHCP Pada Router

1. Berikut perintah untuk membuat dhcp pada router cisco

R1(config)#ip dhcp pool TKJ

R1(dhcp-config)#network 192.168.1.0 255.255.255.0

R1(dhcp-config)#default-router 192.168.1.254

R1(dhcp-config)#dns-server 8.8.8.8

R1(dhcp-config)#exit

R1(config)#ip dhcp pool FARMASI

R1(dhcp-config)#network 192.168.2.0 255.255.255.0

R1(dhcp-config)#default-router 192.168.2.254

R1(dhcp-config)#dns-server 8.8.8.8

R1(dhcp-config)#exit

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 30


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

2. Untuk pengujian coba setting mode static menjadi mode dhcp pada
laptop client

Gambar 2.13 Konfigurasi DHCP Pada Laptop-0

Gambar 2.14 Konfigurasi DHCP Pada Laptop-1

Dan coba test ping pastikan berhasil disini saya ping dari vlan 20 ke vlan
10

Gambar 2.15 Ping Dari Laptop-1 Ke Laptop-0

---Alhamdullilah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 31


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.6 Switch Virtual Interface (SVI)


SVI adalah suatu cara menghubungkan vlan yang berbeda atau lebih tanpa
memerlukan router. Simple nya kita akan menghubungkan vlan yang berbeda
dengan menggunakan perangkat yang memiliki fungsi routing yaitu MultiLayer
Switch (MLS)

Nantinya kita akan konfigurasi IP Address pada interface vlan dan IP Address
pada vlan tersebut akan digunakan sebagai IP gateway oleh client.

Tujuan dari lab ini adalah agar seluruh client yang berada pada vlan yang
berbeda bisa saling bekomunikasi

Gambar 2.16 Switch Interface Virtual

1. Buatlah vlan terlebih dahulu dan definisikan interface nya

Switch>enable

Switch#configure terminal

Switch(config)#hostname MLS

MLS(config)#vlan 10

MLS(config-vlan)#name RPL

MLS(config-vlan)#exit

MLS(config)#vlan 20

MLS(config-vlan)#name ANIMASI

MLS(config-vlan)#exit

MLS(config)#interface range fa0/1-2

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 32


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

MLS(config-if-range)#switchport mode access

MLS(config-if-range)#switchport access vlan 10

MLS(config-if-range)#exit

MLS(config)#interface range fa0/3-4

MLS(config-if-range)#switchport mode access

MLS(config-if-range)#switchport access vlan 20

MLS(config-if-range)#exit

2. Konfigurasi SVI pada masing-masing interface vlan 10 dan 10 untuk IP

Address sesuaikan dengan topologi

MLS(config)#interface vlan 10

MLS(config-if)#ip address 192.168.1.254 255.255.255.0

MLS(config-if)#exit

MLS(config)#interface vlan 20

MLS(config-if)#ip address 192.168.2.254 255.255.255.0

MLS(config-if)#exit

3. Sekarang coba isi IP Address dan gateway untuk client pada vlan 10 dan
vlan 20

4. Lalu coba ping dari client yang berada pada vlan 10 ke client yang
berada pada vlan 20

Gambar 2.16 Ping Dari Laptop-2 Ke Gateway

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 33


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Ping ke gateway berhasil lalu coba ke pc client yang berada pada vlan
yang berbeda

Gambar 2.17 Ping Dari Laptop-2 ke PC-0 Gagal

Perhatikan bahwa Laptop 2 (vlan 10) tidak bisa berkomunikasi dengan

PC0 (vlan 20) kenapa bisa begitu.? Karena kita belum mengaktifkan

fungsi routing pada MLS coba aktifkan terlebih dulu

5. Aktifkan fitur routing pada MLS berikut perintahnya

MLS(config)#ip routing

6. Sekarang kita coba lagi ping dari Laptop 2 (vlan 10) ke PC0 (vlan 20)

Gambar 2.18 Ping Dari Laptop-2 Ke PC0 Berhasil

Perhatikan bahwa Laptop 2 (vlan 10) ke PC0 (vlan 20) sudah bisa ping

---Alhamdullilah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 34


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.7 DHCP Pada MLS

Gambar 2.19 DHCP Pada MLS

Pada lab sebelumnya kita masih melakukan konfigurasi IP Address secara

manual nah di lab ini akan dibahas bagaimana cara membuat agar client

mendapatkan ip secara otomatis caranya sama seperti kita membuat dhcp pada

router pada LAB 2.5.

1. Berikut perintahnya

MLS(config)#ip dhcp pool RPL

MLS(dhcp-config)#default-router 192.168.1.254

MLS(dhcp-config)#network 192.168.1.0 255.255.255.0

MLS(dhcp-config)#dns-server 8.8.8.8

MLS(dhcp-config)#exit

MLS(config)#ip dhcp pool ANIMASI

MLS(dhcp-config)#default-router 192.168.2.254

MLS(dhcp-config)#network 192.168.2.0 255.255.255.0

MLS(dhcp-config)#dns-server 8.8.8.8

MLS(dhcp-config)#exit

2. Uji coba pada Laptop 2 dan PC0 pastikan sudah mendapatkan ip secara
dynamic atau otomatis

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 35


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Gambar 2.20 Konfigurasi DHCP Client Pada Laptop 2

Gambar 2.21 Konfigurasi DHCP Client Pada PC-0

Gambar 2.21 Ping Dari Laptop-2 Ke PC-0 Berhasil

---Alhamdullialh---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 36


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.8 Trunk Pada MLS

Gambar 2.22 Trunk MLS

Kenapa saya membahas trunk pada MLS.? Karena ada sedikit perbedaan

konfigurasi pada Switch layer 2 dan MLS (Layer 3) untuk lebih jelasnya kita

langsung praktek yuk

1. Coba buat trunk MLS-1 Ke MLS-2

Switch>enable

Switch#configure terminal

Switch(config)# hostname MLS-1

MLS-1(config)#interface fa0/1

MLS-1(config-if)#switchport mode trunk

Command rejected: An interface whose trunk encapsulation is "Auto"


can not be configured to "trunk" mode

Bisa kita lihat saat kita mencoba membuat interface trunk di MLS,
akan ada peringatan yang menunjukkan bahwa encapsulation mode auto
tidak bisa menjadi trunk. Terus bagaimana caranya.? Caranya kita harus
mengkonfigurasi encapsulation terlebih dahulu, baru membuat interface
trunk

2. Masih Konfigurasi trunk dengan cara encapsulation dahulu

MLS-1(config)#interface fa0/1

MLS-1(config-if)#switchport trunk encapsulation dot1q

MLS-1(config-if)#switchport mode trunk

MLS-1(config-if)#exit

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 37


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

3. Untuk pengujian coba cek interface trunk pada MLS-1

MLS-1(config)#do show interface trunk

Port Mode Encapsulation Status Native vlan

Fa0/1 on 802.1q trunking 1

Port Vlans allowed on trunk

Fa0/1 1-1005

Port Vlans allowed and active in management domain

Fa0/1 1

Port Vlans in spanning tree forwarding state and not pruned

Fa0/1 1

MLS-1(config)#

---Alhamdullialh---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 38


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.9 Virtual Trunking Protokol (VTP)


Halo sahabat setia pembaca modul ini. Materi kali ini saya akan membahas

materi VTP siapa dia.? Apa dia.? Berikut penjelasannya.

VTP adalah suatu protocol untuk mengenalkan suatu atau sekelompok VLAN

yang telah ada agar dapat berkomunikasi dengan jaringan. VTP dapat

menambah, mendelete dan merename VLAN sekaligus dalam beberapa switch.

VTP meringankan kerja administrator sehingga tidak perlu mengkonfigurasi

VLAN pada switch satu per satu. VTP merupakan protocol cisco proprietary.

Konfigurasi VLAN disimpan dalam file database vlan.dat di flash memory.

Ada 3 VTP mode yaitu :

 Server (dafault)

 Client

 Transparent

Penjelasan ketiga mode diatas :

 Server Switch dengan mode server berhak untuk memanipulasi vlan.

Saat server membuat atau menghapus vlan, maka server akan

mengirimkan update ke switch lain, sehingga switch lain akan

mensinkronkan vlan nya dengan server.

 Transparent Switch dengan mode transparent bisa membuat vlan,

namun vlan yang dibuatnya hanya bersifat lokal, artinya tidak akan

dikirimkan ke switch lain. Switch transparent tidak akan menerima

update dari server, melainkan hanya meneruskannya.

 Client Switch dengan mode client tidak bisa membuat ataupun

menghapus vlan. Switch client hanya bisa menerima dan meneruskan vlan

update dari server

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 39


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Untuk lebih jelasnya kita coba lakukan konfigurasi

Gambar 2.23 Topologi VTP

1. Setting Switch yang berwarna kuning sebagai mode server

SERVER#enable

SERVER#conf t

SERVER(config)#vtp mode server ---> VTP Mode Server

Device mode already VTP SERVER.

SERVER(config)#vtp domain KBM ---> membuat domain untuk VTP

Changing VTP domain name from NULL to KBM

SERVER(config)#vtp password kbmbisa --> Buat Password untuk VTP

Setting device VLAN database password to kbmbisa

SERVER(config)#interface fa0/1

SERVER(config-if)#switchport mode trunk --> Memasang Trunk

SERVER(config-if)#exit

Coba membuat vlan pada switch

SERVER(config)#vlan 10

SERVER(config-vlan)#vlan 20

SERVER(config-vlan)#vlan 30

SERVER(config-vlan)#vlan 40

SERVER(config-vlan)#vlan 50

SERVER(config-vlan)#vlan 60

SERVER(config-vlan)#exit

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 40


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Lalu apa fungsi dari vtp domain dan vtp password .? Fungsi dari VTP

domain itu adalah sebagai target, maksudnya ketika VTP server

melakukan vlan database update maka ia akan mencari switch mana yang

memiliki VTP Domain yang sama dengannya. Dan VTP Password berfungsi

untuk mengamankan jaringan VTP kita, selain mengamankan jaringan

VTP, VTP password juga digunakan ketika vlan database update.

Lalu cek vlan pada switch server apakah vlan sudah ada atau belom

2. Setting Konfigurasi VTP Transparent pada switch tengah berwarna pink

Transparent>enable

Transparent#conf t

Transparent(config)#vtp mode transparent

Setting device to VTP TRANSPARENT mode.

Transparent(config)#vtp domain KBM

Domain name already set to KBM.

Transparent(config)#vtp password kbmbisa

Setting device VLAN database password to kbmbisa

Transparent(config)#interface range fa0/1-2

Transparent(config-if-range)#switchport mode trunk

Transparent(config-if-range)#exit

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 41


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Lalu coba cek apakah vlan nya bertambah .?

Loh kok vlan nya gak ada ya padahal kita sudah membuat vlan pada

switch sebelumnya kenapa ya.?

Jawabannya karena switch yang memiliki mode vtp transparent hanya

bersifat local dan ia hanya meneruskan saja dari vtp server.

3. Setelah itu setting switch ketiga yang berwarna biru (topologi) sebagai

mode client

Client>enable

Client#conf t

Client(config)#vtp mode client

Setting device to VTP CLIENT mode.

Client(config)#vtp domain KBM

Domain name already set to KBM.

Client(config)#vtp password kbmbisa

Setting device VLAN database password to kbmbisa

Client(config)#interface fa0/1

Client(config-if)#switchport mode trunk

Client(config-if)#exit

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 42


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Cek vlan pada apakah sudah ada.?

Loh kok ada sih disini terus kok di switch transparent tidak ada.?

Jawabannya : karena switch dalam mode client dia akan menerima semua

update database dari si switch server. Lalu apa gunanya switch

transparent .?

Jawabannya : digunakan untuk keamanan apabila suatu hari nanti ada

seseorang yang masuk ke dalam switch dan dia tidak langsung

mengetahui semua konfigurasi yang ada pada jaringan tersebut.

---Alhamdulilah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 43


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.10 Port Security

Dalam seri cisco switch catalyst terdapat fitur keamanan yaitu Port Security

yang dapat mengamankan port switch dari orang-orang yang nakal atau tidak

bertanggung jawab. Lalu bagaimana cara kerjanya.?

Cara kerjanya yaitu dengan cara mendaftarkan MAC-Address PC atau Laptop

yang boleh mengakses suatu port switch. Ada beberapa cara untuk

menentukannya :

 Static : Kita menentukan secara manual MAC Address PC yang

diperbolehkan mengakses suatu port Interface. Jika menggunakan

Static, MAC Address PC akan disimpan dalam Running-config dan jika

Switch dimatikan tidak akan hilang, dan MAC Address PC juga

dimasukan dalam MAC Address table.

 Dynamic : Switch secara otomatis mendeteksi MAC Address PC yang

terhubung dengan port Interface saat pertama kali dihubungkan.

Kelemahan metode ini MAC Address PC akan hilang ketika Switch

dimatikan.

 Sticky : Switch akan secara otomatis mendeteksi MAC Address PC, dan

memasukan MAC Address tersebut dalam MAC Address table dan

Running-config, sehingga ketika Switch dimatikan MAC Address PC

tidak akan hilang.

Jika ada sebuah frame masuk pada suatu Interface Switch dan MAC Address

tersebut berasal dari pengirim yang valid (boleh mengakses) maka Switch akan

meneruskan Frame tersebut pada tujuannya, jika tidak maka Frame tersebut

akan didrop dan Switch akan melakukan hukuman atau violation.

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 44


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Ada beberapa hukuman atau violation yaitu :

 Protect : Switch akan men-drop frame tersebut, tanpa notifikasi.

 Restrict : Switch akan mend-drop frame dan akan muncul notifikasi.

 Shutdown :Swicth akan mend-drop frame dan mematikan port

Interface tersebut.

Ok untuk materi mungkin cukup. Lanjut ke tahap konfigurasi, kita akan

melakukan konfigurasi pada topologi dibawah ini :

Gambar 2.24 Topologi Port Security

1. Kita konfigurasi Switch dengan port-security pada masing-masing port


disini saya menggunakan metode sticky :

Switch>enable

Switch#conf t

Switch(config)#interface fa0/1

Switch(config-if)#switchport mode access

Switch(config-if)#switchport port-security

Switch(config-if)#switchport port-security mac-address sticky

Switch(config-if)#switchport port-security violation shutdown

Switch(config-if)#exit

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 45


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Switch(config)#interface fa0/2

Switch(config-if)#switchport mode access

Switch(config-if)#switchport port-security

Switch(config-if)#switchport port-security mac-address sticky

Switch(config-if)#switchport port-security violation protect

Switch(config-if)#exit

2. Kemudian kita setting IP Address pada masing-masing Laptop :

Laptop-0

Gambar 2.25 IP Address Laptop-0

Laptop-1

Gambar 2.26 IP Address Laptop-1

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 46


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

3. Setelah itu kita lakukan PING dari salah satu Laptop ke Laptop lainnya.

Gambar 2.27 Ping Ke Laptop-1

Gambar 2.28 Ping Ke Laptop-0

4. Lalu cek status port security

Terlihat jelas bahwa interface fa0/1 akan mendapatkan hukuman

shutdown dan interface fa0/2 akan mendapatkan hukuman protect

sesuai yang sudah kita konfigurasi tadi

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 47


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

5. Untuk pengujian coba tukar posisi Laptop missal Laptop-1 yang tadinya

berada pada port fa0/2 kita tukar ke port fa0/1 lalu coba lakukan ping

kembali.

Gambar 2.29 Ping Request Time Out (1)

Gambar 2.30 Ping Request Time Out (2)

6. Lihat pada topologi switch port fa0/1 mendapat hukuman yaitu

shutdown atau interface nya akan dimatikan

Gambar 2.31 Pengujian

---Alhamdulillah—

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 48


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.11 Spanning Tree Protocol


Spanning Tree Protocol (STP) adalah protocol yang berfungsi untuk mencegah

looping pada switch. Biasanya ditandai dengan salah satu interface berwarna

orange pada salah satu switch.

Lalu apa itu looping.? Looping itu adalah perputaran data yang terjadi secara

terus-menerus pada switch dan data tidak akan sampai pada tujuannya.

Perhatikan topologi sederhana berikut

Gambar 2.32 Konsep STP

Pada topologi diatas, ketika Laptop-1 mengirim paket ke Laptop-2, SW-1 akan

mengirimkan ARP paket untuk menanyakan MAC-Address Laptop-2 ke semua

interface. Begitu juga dengan SW-2 dia juga akan mengirimkan ARP packet ke

semua interface. Kejadian ini akan menimbulkan masalah yaitu looping yang

bisa membuat jaringan menjadi down.

Lalu bagaiman cara mencegahnya.?

Untuk mencegahnya, kita harus mengaktifkan STP. STP akan memblok salah

satu port sehingga hanya satu link saja yang digunakan, dan looping pun tidak

akan terjadi.

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 49


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Gambar 2.33 Port Blocking STP

Sebenarnya Spanning Tree secara otomatis diaktifkan pada switch. Untuk

melihat status spanning tree. Berikut perintahnya

Gambar 2.34 Show status STP

Perhatikan bahwa switch-1 adalah root. Switch yang menjadi root tidak akan

memiliki port dalam status blocking

Penentuan root bridge didasarkan pada beberapa hal yaitu

 Priority Interface

 Mac-Address

 Cost

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 50


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Sekarang kita coba merubah priority pada SW-2 agar SW-2 menjadi root

bridge. Berikut perintahnya

SW-2(config)#spanning-tree vlan 1 priority 10

% Bridge Priority must be in increments of 4096.

% Allowed values are:

0 4096 8192 12288 16384 20480 24576 28672

32768 36864 40960 45056 49152 53248 57344 61440

Saat kita mencoba mengubah priority pada STP, akan muncul peringatan bahwa

kita tidak diperbolehkan untuk mengubah priority dengan nilai yang tidak valid.

STP hanya mengizinkan kita merubah priority interface dengan nilai yang telah

ditentukan oleh STP itu sendiri. Berikut perintahnya

SW-2(config)#spanning-tree vlan 1 priority 8192

Untuk pengujian coba kita lihat status STP di SW-2

Gambar 2.35 Pengujian STP

---Alhamdulillah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 51


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.12 Spanning Tree Portfast


Halo bro, pembaca setia modul ini. Materi kali ini namanya STP tapi agak

sedikit berbeda dengan STP pada lab sebelumnya. STP yang dimaksud dalam

lab ini adalah Spanning Tree Portfast berfungsi untuk mempercepat jalur

interface yang tersambung antar switch dengan PC atau Laptop. Secara

default port pada switch melewati beberapa mode seperti berikut

Gambar 2.36 Gambaran Mode Port Switch

Kalo kita jumlahkan perjalanan switch memerlukan waktu 50 detik untuk bisa

berkomunikasi dengan PC. Hal itu tentu terlalu lama bukan. Kita bisa

mempercepat prosesnya dengan menggunakan fitur Spanning tree Portfast.

Portfast menyebabkan port pada switch langsung memasuki status forwarding

tanpa harus melewati status listening maupun learning. Namun konfigurasi STP

ini hanya bisa diaktifkan pada perangkat end-device saja. Ok untuk praktek

kita akan menggunakan topologi berikut

Gambar 2.37 Topologi Spanning Tree PortFast

SW-1(config)#interface fa0/1

SW-1(config-if)#spanning-tree portfast

---Alhamdulillah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 52


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.13 Etherchannel LACP


Setelah kita mempelajari STP Pada lab sebelumnya, sekarang kita akan

mempelajari materi etherchannel. Naon eta etherchannel.? Etherchannel

adalah teknik menggabungkan 2 atau lebih link menjadi satu (bundle). Tujuan

nya adalah untuk meningkatkan kecepatan koneksi antar switch, router

ataupun server dan jika salah satu port atau jalur rusak maka port group akan

tetap bekerja menggunakan jalur atau port yang lain.

Untuk membuat etherchannel ada 3 cara :

 LACP (Link aggregation control protocol) : open standard, melakukan

negosiasi. (mode : active dan passive)

 PAGP (Port aggregation protocol) : cisco proprietary, melakukan

negosiasi. (mode : desirable dan auto)

 Etherchannel Layer 3 : tanpa melakukan negosiasi (mode : on)

Ok untuk konfigurasi pertama kita akan praktek etherchannel LACP terlebih

dahulu pada topologi sederhana berikut :

Gambar 2.38 Topologi Etherchannel

Konfigurasi Pada Switch-1

SW-1(config)#interface range fa0/1-2

SW-1(config-if-range)#channel-protocol lacp

SW-1(config-if-range)#channel-group 1 mode active

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 53


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

SW-1(config-if-range)#switchport mode trunk

SW-1(config-if-range)#exit

SW-1(config)#int port-channel 1

SW-1(config-if)#switchport mode trunk

SW-1(config-if)#ex

Konfigurasi Pada Switch-2

SW-2(config)#interface range fa0/1-2

SW-2(config-if-range)#channel-protocol lacp

SW-2(config-if-range)#channel-group 1 mode passive

SW-2(config-if-range)#switchport mode trunk

SW-2(config-if-range)#exit

SW-2(config)#int port-channel 1

SW-2(config-if)#switchport mode trunk

SW-2(config-if)#ex

Untuk melihat status etherchannel, gunakan perintah berikut

Gambar 2.39 Show status etherchannel

Perhatikan Bahwa status sudah aktif sebagai etherchannel ditandai dengan

tulisan SU.

---Alhamdulillah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 54


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.14 Etherchannel PAGP

Untuk materi etherchannel PAGP sama saja dengan LACP. Hanya saja

etherchannel PAGP merupakan cisco proprietary atau milik si cisco saja. Untuk

topologi masih menggunakan topologi yang sama seperti pada lab sebelumnya.

Gambar 2.40 Topologi PAGP

Konfigurasi Pada SW-1 dan SW-2 Sebagai Berikut

SW-1(config)#interface range f0/1-2

SW-1(config-if-range)#channel-protocol pagp

SW-1(config-if-range)#channel-group 1 mode desirable

SW-1(config-if-range)#switchport mode trunk

SW-1(config-if-range)#exit

SW-1(config)#int port-channel 1

SW-1(config-if)#switchport mode trunk

SW-1(config-if)#ex

Konfigurasi Pada SW-2

SW-2(config)#interface range fa0/1-2

SW-2(config-if-range)#channel-protocol pagp

SW-2(config-if-range)#channel-group 1 mode auto

SW-2(config-if-range)#switchport mode trunk

SW-2(config-if)#exit

SW-2(config)#int port-channel 1

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 55


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

SW-2(config-if)#switchport mode trunk

SW-2(config-if)#ex

Untuk melihat status etherchannel, gunakan perintah seperti berikut :

SW-2#show etherchannel summary

Gambar 2.41 show status etherchannel

Perhatikan bahwa terlihat jelas interface sudah aktif dengan ditandai tulisan

SU dan protocol nya sudah berubah menjadi PAGP.

---Alhamdulillah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 56


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.15 Etherchannel Layer 3

Setelah kita mempelajari etherchannel LACP dan PAGP nah etherchannel LACP

dan PAGP dikonfigurasikan pada switch layer 2 dan sekarang kita akan belajar

etherchannel Layer 3. Topologi yang kita gunakan adalah sebagai berikut

Gambar 2.42 Topologi Etherchannel Layer 3

Konfigurasi Pada MLS-1

MLS-1(config)#interface range fa0/1-2

MLS-1(config-if-range)#channel-group 1 mode on

MLS-1(config-if-range)#exit

MLS-1(config)#interface port-channel 1

MLS-1(config-if)#no switchport

MLS-1(config-if)#ip address 19.19.19.1 255.255.255.0

MLS-1(config-if)#exit

Konfigurasi Pada MLS-2

MLS-2(config)#interface range fa0/1-2

MLS-2(config-if-range)#channel-group 1 mode on

MLS-2(config-if-range)#exit

MLS-2(config)#int port-channel 1

MLS-2(config-if)#no switchport

MLS-2(config-if)#ip add 19.19.19.2 255.255.255.0

MLS-2(config-if)#exit

Kemudian lakukan pengujian coba lakukan ping dari MLS-1 ke MLS-2

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 57


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

MLS-1#ping 19.19.19.2

Type escape sequence to abort.

Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 19.19.19.2, timeout is 2 seconds:

!!!!!

Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 0/0/1 ms

Ok MLS-1 dan MLS-2 sudah bisa berkomunikasi.

---Alhamdulillah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 58


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.16 Mengaktifkan Telnet Pada Switch


Halo mas bro, pada materi kali ini kita akan belajar cara enable service telnet

pada switch, sebelum mulai apa sih telnet itu.? telnet atau telecommunication

network adalah suatu protocol yang digunakan untuk mengakses atau

meremote suatu perangkat jaringan. Topologi yang akan kita gunakan adalah

sebagai berikut :

Gambar 2.43 Topologi Enable Telnet

Langkah pertama konfigurasikan IP Address terlebih dahulu, karena kita

menggunakan switch layer 2 maka kita tidak bisa mengkonfigurasi IP Address

pada interface fisik secara langsung, untuk itu kita akan mengkonfigurasi pada

interface VLAN-1. Berikut command nya

Switch(config)#interface vlan 1

Switch(config-if)#no shutdown

Switch(config-if)#ip add 192.168.100.1 255.255.255.0

Switch(config-if)#exit

Konfigurasi IP Address pada Laptop sebagai berikut

Gambar 2.44 IP Address Laptop-0

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 59


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Kemudian lakukan Ping dari laptop-0 ke switch pastikan berhasil

Gambar 2.45 Ping Berhasil

Setelah Laptop-0 bisa berkomunikasi dengan Switch maka langkah selanjutnya

kita aktifkan telnet pada Switch berikut perintahnya

Switch(config)#username telnet password kbm86

Switch(config)#line vty 0 3 -> hanya 4 user yang dibolehkan mengakses telnet

Switch(config-line)#login local

Switch(config-line)#exit

Buat password terlebih dahulu pada switch

Switch(config)#enable secret kbmbisa

Untuk pengujian coba buka command prompt pada laptop dan coba akses

switch melalui telnet

Gambar 2.46 Akses Switch Telnet

Kita sudah berhasil masuk ke mode config melalui telnet.

--Alhamdulillah—

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 60


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.17 Mengaktifkan SSH Pada Switch

Pada saat dilapangan, telnet sangat jarang digunakan atau kenapa.? karena

jalur telnet menggunakan clear text yang berarti jalur yang lewat masih bisa

dilihat (tidak aman), maka untuk mengamankan jalur remot ini bisa

menggunakan SSH (Secure Shell).

Yang diperhatikan untuk membuat SSH adalah :

 Hostname tidak boleh default

 Harus ada domain name

 Authentication nya menggunakan username dan password

 Deskripsikan dijalur telnet bahwa akan menggunakan SSH

 Generate Crypto Key.

Pada lab ini topologi yang saya gunakan masih sama seperti pada lab

sebelumnya. Ok langsung ke konfigurasi saja

Switch>enable

Switch#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Switch(config)#host SW-1

SW-1(config)#username ssh password kbm86

SW-1(config)#ip domain-name sahrul.net

SW-1(config)#crypto key generate rsa

SW-1(config-line)#line vty 0 4

SW-1(config-line)#transport input ssh

SW-1(config-line)#login local

SW-1(config-line)#exit

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 61


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

SW-1(config)#interface vlan 1

SW-1(config-if)#no shut

SW-1(config-if)#ip add 192.168.100.1 255.255.255.0

SW-1(config-if)#exit

Buat Paswword Terlebih dahulu

SW-1(config)#enable secret kbmbisa

Isi IP Address pada Laptop0

Gambar 2.47 IP Address Laptop0

Lakukan pengujian coba remote switch melalui ssh pada command prompt

Gambar 2.48 Pengujian SSH

---Alhamdulillah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 62


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 2.18 Lembar Kerja Siswa


Kerjakan perintah dibawah ini :

1. Buatlah sebuah laporan belajar dengan kasus sebagai berikut :

- Membuat jaringan berskala kecil (LAN)

- Didalamnya terdapat VLAN 10, 20, 30, 40 ,50

- Semua VLAN mendapatkan IP Secara Otomatis

- Pastikan semua VLAN bisa saling berkomunikasi

Selesai. Kembangkan sesuai kemampuan kalian.

2. Buat Laporan tersebut dalam bentuk dokumen (word) dan berikan hasil

laporan belajar kalian kepada guru produktif kalian menggunakan hard

copy.

Selamat Mengerjakan

Contact penulis : hidayatsahrul86.sh@gmail.com

Blog : http://diarysahrul.blogspot.com

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 63


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

BAB III
ROUTING

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 64


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Overview
Routing adalah sebuah teknik menghubungkan jaringan yang berbeda. Fungsi

dari routing adalah sebagai berikut

 Menghubungkan jaringan yang berbeda

 Menentukan Jalur terbaik

Routing yang akan kita bahas adalah routing IGP (interior gateway protocol)

IGP dibagi menjadi 2 yaitu

 Static route

 Dynamic route

Istilah dalam routing yang sering kita dengar :

 Linkstate : menentukan jalurnya berdasarkan cost terkecil.

 Distance Vektor : menentukan jalurnya berdasarkan hop terdekat.

 AS : akronim dari autonomous system digunakan untuk komunikasi antar

ISP 1 dengan yang lainnya.

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 65


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 3.1 Static Routing (Skenario 1)

Dalam static routing, seorang admin jaringan harus menentukan jalurnya atau

route secara manual.

Keuntungan routing static :

 Aman dari virus.

 Aman dari ancaman hacker atau orang yang tidak bertanggung jawab.

 Cukup bagus untuk digunakan dalam jaringan skala kecil.

 Jika terjadi masalah atau troble bisa diketahui dengan mudah.

Kekurangan routing static :

 Konfigurasi memakan waktu.

 Tidak cocok untuk jaringan berskala besar.

 Dilakukan secara manual oleh admin jaringan.

Ok untuk praktek saya akan menggunakan topologi sebagai berikut

Gambar 3.1 Topologi Routing Static 1

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 66


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Rumus Routing Static :

Ip route (spasi) ip network tujuan (spasi) subnetmask (spasi) ip/interface

next-hop atau tetangga

Ok lanjut ke konfigurasi buatlah topologi seperti diatas

Lakukan konfigurasi Pada R-1 terlebih dahulu

Router>enable

Router#conf t

Router(config)#host R-1

R-1(config)#interface g0/0

R-1(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0

R-1(config-if)#no shutdown

R-1(config-if)#exit

R-1(config)#interface g0/1

R-1(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0

R-1(config-if)#no shutdown

R-1(config-if)#exit

Lakukan Konfigurasi pada R-2 juga

Router>en

Router#conf t

Router(config)#host R-2

R-2(config)#

R-2(config)#interface g0/0

R-2(config-if)#ip add 10.10.10.2 255.255.255.0

R-2(config-if)#no shutdown

R-2(config)#ex

R-2(config)#interface g0/1

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 67


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

R-2(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0

R-2(config-if)#no shutdown

Setelah itu lakukan konfigurasi routing pada R1

R-1(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 10.10.10.2

Lakukan konfigurasi juga pada R-2

R-2(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.10.10.1

Untuk pengujian lakukan setting ip address pada setiap PC sesuai topologi

IP Address PC0

Gambar 3.2 IP Address PC0

IP Address PC1

Gambar 3.3 IP Address PC1

Untuk pengujian lakukan ping dari PC1 ke PC0

Gambar 3.3 Ping dari PC1 ke PC0

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 68


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Untuk melihat table routing ketik perintah berikut

R-1#show ip route

Gambar 3.4 Table Routing R1

Perhatikan bahwa R-1 sudah mengenali atau mengetahui keberadaan network


192.168.2.0/24, cek juga pada R-2

Gambar 3.5 Table Routing R2

Perhatikan juga bahwa R-2 sudah mengetahui keberadaan dari network R1,
sampai disini konfigurasi sudah selesai. See you next Lab.

---Alhamdulillah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 69


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 3.2 Static Routing (Skenario 2)

Setelah kita mempelajari static routing dengan menggunakan 2 buah router

pada lab ini kita akan menggunakan 3 buah router. Topologi yang saya gunakan

sebagai berikut

Gambar 3.6 Topologi Routing Static 2

Langsung mulai konfigurasi, berikut konfigurasi pada R1, R2 dan R3

Config Pada R-1

R-1(config)#interface f0/0

R-1(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0

R-1(config-if)#no shutdown

R-1(config-if)#exit

R-1(config)#interface fa0/1

R-1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0

R-1(config-if)#no shutdown

R-1(config-if)#exit

Config Pada R-2

R-2(config)#interface fa0/0

R-2(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.255.255.0

R-2(config-if)#no shutdown

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 70


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

R-2(config-if)#exit

R-2(config-if)#ip address 20.20.20.2 255.255.255.0

R-2(config-if)#no shutdown

R-2(config-if)#exit

Config Pada R-3

R3(config)#interface fa0/0

R3(config-if)#ip add 20.20.20.3 255.255.255.0

R3(config-if)#no shutdown

R3(config-if)#exit

R3(config)#interface fa0/1

R3(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0

R3(config-if)#no shutdown

R3(config-if)#exit

Setelah itu buat jalur routing pada masing-masing router

Config Routing Pada R1

R-1(config)#ip route 20.20.20.0 255.255.255.0 10.10.10.2

R-1(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 10.10.10.2

Config Routing Pada R2

R-2(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.10.10.1

R-2(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 20.20.20.3

Config Routing Pada R3

R3(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 20.20.20.2

R3(config)#ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 20.20.20.2

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 71


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Cek routing table pada setiap router

Gambar 3.7 Table Routing R1

Gambar 3.8 Table Routing R2

Gambar 3.9 Table Routing R3

Perhatikan bahwa setiap router sudah mengenali atau mengetahui keberadaan

setiap network dari si router tetangga nya.

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 72


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Untuk pengujian Isi IP Address pada setiap PC dan pastikan PC-0 dan PC-1

bisa saling berkomunikasi

Gambar 3.10 IP Address pada PC0

Gambar 3.11 IP Address Pada PC1

Lakukan Ping dan pastikan berhasil

Gambar 3.12 Pengujian Routing Static

---Alhamdulillah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 73


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 3.3 Routing Dynamic EIGRP (Skenario 1)


Setelah kita mempelajari static routing kali ini kita akan membahas materi

Dynamic Routing Yaitu EIGRP. EIGRP adalah routing protocol dynamic yang

termasuk advanced distance vector, cara kerjanya penggabungan dari distance

vector dan linkstate dan covergensinya cepat karena helo nya 5 detik untuk

komunikasinya.

Namun, eigrp merupakan cisco proprietary yang artinya dia hanya bisa

dikonfigurasi pada perangkat cisco saja. Langsung ke Lab saja yuk. Untuk

topologinya sebagai berikut :

Gambar 3.13 Topologi EIGRP

Pertama konfigurasi IP Address Pada Seluruh Router

Config R1

R1(config)#interface fa0/0

R1(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0

R1(config-if)#no shutdown

R1(config-if)#exit

R1(config)#interface fa0/1

R1(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0

R1(config-if)#no shutdown

R1(config-if)#exit

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 74


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Config R2

R2(config)#interface fa0/0

R2(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.255.255.0

R2(config-if)#no shutdown

R2(config-if)#exit

R2(config)#interface fa0/1

R2(config-if)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.0

R2(config-if)#no shutdown

R2(config-if)#exit

Aktifkan routing EIGRP dan AS number pada semua router, dengan catatan
AS number harus sama.

R1(config)#router eigrp 5 --> AS Number

R1(config-router)#network 10.10.10.0 --> IP NETWORK yg berada pada R1

R1(config-router)#network 192.168.10.0

R1(config-router)#no auto-summary

R1(config-router)#exit

Lakukan juga pada router-2

R2(config)#router eigrp 5

R2(config-router)#network 10.10.10.0

R2(config-router)#network 192.168.20.0

R2(config-router)#no auto-summary

R2(config-router)#exit

Sebelum ke langkah pengujian saya akan membahas sedikit batas nomor dari
AS Number itu berapa ya.? Untuk melihatnya caranya sebagai berikut

R2(config)#router eigrp ?

<1-65535> Autonomous system number

Batas nomor AS Number pada routing EIGRP adalah dari 1-65535

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 75


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Setelah itu cek routing table pada semua router

Gambar 3.14 Table Routing R1

Gambar 3.15 Table Routing Pada R2

Perhatikan bahwa R1 dan R2 telah memiliki routing table dan mengenali atau

mengetahui keberadaan network dari router tetangganya

Isi IP Address pada masing-masing Laptop sesuai topologi

Gambar 3.16 IP Address Pada Laptop0

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 76


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Gambar 3.17 IP Address Laptop1

Lakukan pengujian PING dari Laptop0 ke Laptop1 atau sebaliknya pastikan


berhasil

Gambar 3.18 Pengujian Routing EIGRP

---Alhamdulillah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 77


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 3.4 Routing Dynamic EIGRP (Skenario 2)


Pada lab sebelumnya kita telah membahas konfigurasi routing EIGRP dengan

dua buah router dan pada lab ini kita akan membahas materi routing EIGRP

lagi tapi dengan tiga buah router. Berikut topologinya

Gambar 3.19 Topologi EIGRP 2

Langkah pertama setting IP Address pada semua router

Config Pada R1

R1(config)#interface f0/0

R1(config-if)#no shutdown

R1(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0

R1(config-if)#exit

R1(config)#interface fa0/1

R1(config-if)#no shutdown

R1(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0

R1(config-if)#exit

Config Pada R2

R2(config)#interface fa0/0

R2(config-if)#no shutdown

R2(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.255.255.0

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 78


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

R2(config-if)#exit

R2(config)#interface fa0/1

R2(config-if)#no shutdown

R2(config-if)#ip address 20.20.20.2 255.255.255.0

R2(config-if)#exit

Config Pada R3

R3(config)#interface fa0/0

R3(config-if)#no shutdown

R3(config-if)#ip address 20.20.20.3 255.255.255.0

R3(config-if)#exit

R3(config)#interface f0/1

R3(config-if)#no shutdown

R3(config-if)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.0

R3(config-if)#exit

Setelah itu aktifkan routing EIGRP dengan syarat AS number harus sama.

Pada R1

R1(config)#router eigrp 10

R1(config-router)#network 192.168.10.0

R1(config-router)#network 10.10.10.0

R1(config-router)#no auto-summary

R1(config-router)#exit

Pada R2

R2(config)#router eigrp 10

R2(config-router)#network 10.10.10.0

R2(config-router)#network 20.20.20.0

R2(config-router)#no auto-summary

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 79


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

R2(config-router)#exit

Pada R3

R3(config)#router eigrp 10

R3(config-router)#network 20.20.20.0

R3(config-router)#network 192.168.20.0

R3(config-router)#no auto-summary

R3(config-router)#exit

Cek routing table pada setiap router

Gambar 3.20 Tabel Routing R1

Gambar 3.21 Tabel Routing R2

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 80


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Gambar 3.22 Tabel Routing R3

Perhatikan bahwa seluruh router telah mengenali atau mengetahui keberadaaan

network dari router tetangganya.

Untuk pengujian isi IP Address pada semua client

IP Address pada laptop-0

Gambar 3.23 IP Address Pada Laptop0

Gambar 3.24 IP Address Pada Laptop1

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 81


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Setelah itu lakukan PING antar client pastikan bisa saling berkomunikasi

Gambar 3.25 Pengujian Routing EIGRP Skenario 2

Perhatikan bahwa client sudah bisa saling berkomunikasi, untuk lab pada
routing EIGRP selesai.

---Alhamdulillah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 82


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 3.5 Routing Dynamic OSPF (Skenario 1)


Pada lab sebelumnya kita sudah membahas materi routing EIGRP, pada lab ini

kita akan membahas materi OSPF.

OSPF merupakan dynamic routing yang sering digunakan oleh para network

engineer, kenapa.? Karena routing ini memiliki banyak keunggulan dibanding

routing lainnya dan mempermudah kerja network engineer. Selain itu OSPF

juga bukan cisco propiertary jadi bisa dikonfigurasi oleh vendor-vendor router

lainnya seperti mikrotik.

Untuk topologi yang saya gunakan pada skenario pertama ini seperti berikut

Gambar 3.26 Topologi OSPF 1

Sebelum ke tahap konfigurasi, dalam konfigurasi OSPF dibutuhkan yang

namanya wildcard mask, bagaimana cara menghitungnya.?

Cara konfigurasinya adalah sebagai berikut

Rumus :

Default subnetmask – Used Subnetmask (misal subnetmask dari prefix /24)

Contoh :

255.255.255.255 – 255.255.255.0 (prefix /24) = 0.0.0.255 (wildcard mask)

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 83


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Ok langsung ke tahap konfigurasi, setting IP Address pada setiap router

Config R1

R1(config)#interface f0/0

R1(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0

R1(config-if)#no shutdown

R1(config-if)#exit

R1(config)#interface fa0/1

R1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0

R1(config-if)#no shutdown

R1(config-if)#exit

Config R2

R2(config)#interface f0/0

R2(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.255.255.0

R2(config-if)#no shutdown

R2(config-if)#exit

R2(config)#interface fa0/1

R2(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0

R2(config-if)#no shutdown

R2(config-if)#exit

Lalu aktifkan routing protocol OSPF pada setiap router dan OSPF wajib

menggunakan Area, disini 2 buah router diatas dihubungkan pada area 0

Config R1

R1(config)#router ospf 1

R1(config-router)#network 10.10.10.0 0.0.0.255 area 0

R1(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0

R1(config-router)#exit

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 84


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Config R2

R2(config)#router ospf 1

R2(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0

R2(config-router)#network 10.10.10.0 0.0.0.255 area 0

R2(config-router)#exit

Untuk pengujian coba cek routing table pada seluruh router

Gambar 3.27 Table Routing R1

Gambar 3.28 Table Routing R2

Perhatikan bahwa R1 dan R2 sudah sama-sama mengenali atau mengetahui

keberadaan dari network router tetangganya, tapi kok ada tanda O ya.?

Artinya apa.?

Jawab : O artinya routing OSPF pada R1 dan R2 sudah berhasil diaktifkan

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 85


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Untuk pengujian kedua isi IP Address pada semua client

Gambar 3.29 IP Address PC0

Gambar 3.30 IP Address PC1

Lakukan PING antar client pastikan berhasil

Gambar 3.31 Pengujian Routing OSPF Skenario 1

---Alhamdulillah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 86


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 3.6 Routing Dynamic OSPF (Skenario 2)


Setelah kita membahas konfigurasi routing ospf dengan dua buah router,

dalam lab ini kita akan menggunakan topologi yang berbeda dengan topologi

pada lab sebelumnya. Dalam lab ini kita menggunakan tiga buah router. Berikut

topologinya

Gambar 3.32 Topologi OSPF Skenario 2

Langsung ke tahap konfigurasi, pertama setting IP Address Pada Seluruh


Router

Config Pada R1

R1(config)#interface f0/0

R1(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0

R1(config-if)#no shutdown

R1(config-if)#exit

R1(config)#interface f0/1

R1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0

R1(config-if)#no shutdown

R1(config-if)#exit

Config Pada R2

R2(config)#interface f0/0

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 87


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

R2(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.255.255.0

R2(config-if)#no shutdown

R2(config-if)#exit

R2(config)#interface f0/1

R2(config-if)#ip address 20.20.20.2 255.255.255.0

R2(config-if)#no shutdown

R2(config-if)#exit

Config Pada R3

Router(config)#interface f0/0

Router(config-if)#ip address 20.20.20.3 255.255.255.0

Router(config-if)#no shutdown

Router(config-if)#exit

Router(config)#interface f0/1

Router(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no shutdown

Router(config-if)#exit

Setelah itu aktifkan Routing OSPF pada semua router, dan masukan semua

routing dalam satu area yaitu area 0 .

Pada R1

R1(config)#router ospf 1

R1(config-router)#network 10.10.10.0 0.0.0.255 area 0

R1(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0

R1(config-router)#exit

Pada R2

R2(config)#router ospf 1

R2(config-router)#network 10.10.10.0 0.0.0.255 area 0

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 88


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

R2(config-router)#network 20.20.20.0 0.0.0.255 area 0

R2(config-router)#exit

Pada R3

Router(config)#router ospf 1

Router(config-router)#network 20.20.20.0 0.0.0.255 area 0

Router(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0

Router(config-router)#exit

Kemudian cek table routing pada semua router

Gambar 3.33 Table Routing R1

Gambar 3.34 Table Routing R2

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 89


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Gambar 3.35 Table Routing R3

Terlihat sangat jelas bahwa semua router sudah mengenali atau mengetahui

keberadaan network dari si router tetangganya, dan saya ingatkan kembali

bahwa akan muncul tanda O yang berarti protocol routing OSPF sudah

diaktifkan pada semua router.

Untuk pengujian Isi IP Address pada PC client

Gambar 3.36 IP Address Pada PC0

Gambar 3.37 IP Address Pada PC1

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 90


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Coba Lakukan PING antar client yaitu PCO dengan PC1 dan pastikan berhasil

Gambar 3.38 Ping Dari PC1 ke PC0

Terlihat sangat jelas bahwa PC0 dan PC1 sudah bisa berkomunikasi, konfigurasi
pada lab ospf selesai.

---Alhamdulillah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 91


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 3.7 Standard Access List


Pada lab ini kita akan membahas ACL atau Access List, naon eta ACL.? ACL

adalah sebuah teknik yang digunakan untuk memfiltering atau membatasi

paket data pada cisco. Sebenarnya ada 2 jenis ACL yang pertama :

1. Standard Access List

2. Extended Access List

Tapi kali ini kita akan membahas Standard Access List terlebih dahulu. Ada

beberapa hal yang harus kalian ketahui mengenai Standard ACL yaitu :

 Hanya bisa memfilter data berdasarkan source address saja.

 Mempunyai ACL number dari 1-99

 Bisa memfilter dan memblok network, host, dan subnet

 Tips : konfigurasikan ACL Pada router yang paling dekat dengan server.

Untuk topologi yang digunakan dalam lab ini adalah sebagai berikut

Gambar 3.39 Topologi Standard ACL

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 92


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Pertama konfigurasi IP Address pada R1 dan R2

Pada R1

R1(config)#interface fa0/0

R1(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0

R1(config-if)#no shutdown

R1(config-if)#exit

R1(config)#interface f0/1

R1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0

R1(config-if)#no shutdown

R1(config-if)#exit

Pada R2

R2(config)#interface fa0/0

R2(config-if)#ip address 192.168.10.2 255.255.255.0

R2(config-if)#no shutdown

R2(config-if)#exit

R2(config)#interface fa0/1

R2(config-if)#ip address 192.168.20.1 255.255.255.0

R2(config-if)#no shutdown

R2(config-if)#exit

Setelah itu lakukan konfigurasi static routing pada R1 dan R2 agar client dan

server dapat saling berkomunikasi

Pada R1

R1(config)#ip route 192.168.20.0 255.255.255.0 192.168.10.2

Pada R2

R2(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.10.1

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 93


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Setting IP Address pada server dan client

Gambar 3.40 IP Address Server0

Gambar 3.41 IP Address PC0

Gambar 3.42 IP Address PC1

Lalu lakukan ping dari client ke server pastikan berhasil

Gambar 3.43 Ping berhasil

Sekarang coba kita buat filtering berdasarkan host dengan menggunakan ACL

Standard, disini saya akan menolak paket data dari Host yang memiliki IP

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 94


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

192.168.1.2 dan dia nantinya tidak bisa mengakses atau ping ke server. Lakukan

konfigurasi pada router yang paling dekat dengan server

R2(config)#access-list 1 deny host 192.168.1.2

R2(config)#access-list 1 permit any

R2(config)#interface f0/1

R2(config-if)#ip access-group 1 out

R2(config-if)#exit

Keterangan :

 Access-list 1 deny host 192.168.1.2 artinya R1 akan menolak paket data

client yang memiliki IP Address 192.168.1.2 untuk berkomunikasi dengan

server.

 IP Access-group 1 out artinya R1 membuat jalur data ke server

 Permit : mengizinkan

 Deny : Ditolak/ menolak

Untuk pengujian coba ping client ke server dan pastikan client dari PC0 atau

yang memiliki IP Address 192.168.1.2 tidak bisa berkomunikasi dengan server.

Gambar 3.44 Ping Dari PC1 ke Server0

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 95


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Dan pastikan client yang sudah kita batasi akses nya tidak bisa Ping ke server

atau paket data akan ditolak

Gambar 3.45 Ping dari PC0 ke Server0

Terlihat sangat jelas bahwa PC0 tidak bisa ping ke server sedangkan PC1 bisa.

Kesimpulannya Dengan menggunakan Access List administrator jaringan dapat

membatasi hak akses suatu Network/Komputer untuk mengakses

Network/Komputer lainnya.

---Alhamdulillah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 96


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 3.8 Extended Access List

Pada lab ini kita akan membahas bagian ACL Extended nya , dengan ACL

extended ini kita bisa memfilter paket lebih spesifik , baik dari port , protocol

dan destinationnya. Kalau standard hanya bisa mentraffic berdasarkan source

saja.

Extended ACL mempunyai ACL number dari 100-199

Ada tiga pilihan dalam ACL :

• Permit : Mengijinkan

• Deny : Menolak

• Remark : Memberikan komentar

Catatan : pada lab ini jangan hapus konfigurasi pada lab sebelumnya kita

masih menggunakan topologi pada lab standard access list

Sebelumnya kita hapus dahulu konfigurasi standard access list pada R2

R2(config)#no access-list 1 deny host 192.168.1.2

Kita buat Dns server terlebih dahulu, karena dalam lab ini kita akan memblok

salah satu client agar dia tidak bisa mengakses hak www pada server.

Gambar 3.46 Setting DNS pada server

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 97


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Sekarang kita konfigurasikan ACL Extended Pada R2 yaitu router yang paling

dekat dengan server

R2(config)#access-list 100 deny tcp host 192.168.1.2 host 192.168.20.2 eq


www

R2(config)#access-list 100 permit ip any any

R2(config)#interface fa0/1

R2(config-if)#ip access-group 100 out

R2(config-if)#exit

Maksud dari perintah : access-list 100 deny tcp host 192.168.1.2 host

192.168.20.2 eq www artinya Router akan melakukan drop www pada PC0,

sehingga PC tersebut tidak akan bisa mengakses WEB server tapi masih bisa

ping.

Untuk pengujian coba akses web pada PC0 (client yang memiliki ip 192.168.1.2)

Pastikan hasilnya akan request time out

Gambar 3.47 Pengujian ACL Extended 1

Lalu coba lakukan ping pada server dan pastikan berhasil

Gambar 3.48 Ping dari PC0 ke server

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 98


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Untuk lebih jelasnya coba akses web dari client PC-1 apakah benar hanya PC0

saja yang tidak bisa mengakses web pada server.

Gambar 3.49 Pengujian ACL Extended Ke 2

Ok sudah jelas ya, bahwa hanya PC0 saja yang tidak bisa mengakses layanan

web pada server.

---Alhamdulillah---

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 99


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

LAB 3.9 Lembar Kerja Siswa

Kerjakan soal dibawah ini :

1. Buatlah sebuah jaringan berskala besar dengan kriteria sebagai berikut

- Ada 3 buah router, R1 sebagai ISP, R2 sebagai client pertama R3

sebagai client kedua.

- Masing-masing router dihubungkan dengan Protocol Routing yang

menurut kalian paling mudah dan cocok untuk jaringan berskala

besar.

- Buatlah sebuah jalur baru untuk VLAN 10,20 (Pada R2) dan VLAN

30,40 (Pada R3)

- Pada R1 terdapat Satu buah server yang nantinya akan bisa diakses

oleh semua client yang berada pada VLAN 10,20 (Pada R2) dan VLAN

30,40 (Pada R3)

- Buat sebuah filtering dengan access list agar salah satu client tidak

bisa mengakses web pada server yang berada pada R1

Selamat mengerjakan.

Contact penulis : hidayatsahrul86.sh@gmail.com

Blog : http://diarysahrul.blogspot.com

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 100


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

DAFTAR PUSTAKA

Ebook CCNA Buat Ngajar – IDN- Networkers

Sumber internet yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 101


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

TENTANG PENULIS

Perkenalkan nama saya SAHRUL HIDAYAT, saya

lahir di Brebes tepat pada tanggal 25 MEI 2000,

saya bukan orang spesial dan saya juga bukan

orang pintar, saya hanya seorang pelajar yang ingin

bermanfaat bagi kampung sindangjaya atau

kampung tempat tinggal saya. Kenapa saya memilih

jurusan TKJ.? Entah kenapa waktu itu saya ingin

sekali mengetahui semua yang berhubungan dengan internet, kebetulan saya

juga penikmat internet gratis sejak saya duduk dikelas 4 MI, alhasil jurusan

yang paling dekat hubungannya dengan internet adalah TKJ. awal saya masuk

ke SMK KARYA BAHANA MANDIRI saya bukan siapa” dan sampi sekarang pun

saya masih manusia biasa, dengan bimbingan kedua orang tua dan bimbingan

dari guru saya yang tak pernah lelah memberi tugas hehe yaitu bapak Ahmad

Rodly, S.Kom, sempet berpikir juga sih “wah ni guru killer kayanya ngasih tugas

banyak banget hehe” tapi saya yakin bahwa tugas itu bukan sebuah beban

melainkan sebuah tanggung jawab dan amanah dari seseorang yang harus kita

kerjakan dengan rasa senang. Wah panjang yah wkwk motivasi terbesar saya

dalam belajar ada kedua orang tua saya, mereka adalah harta yang paling

berharga bagi saya.

Harapan saya semoga buku ini bisa bermanfaat dan buku ini akan ada

lanjutannya, semoga kedua orang tua saya panjang umur, sehat selalu dan

diberi keberkahan, guru-guru yang telah membimbing saya sejak MI Sampai

SMK selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang. Dan harapan saya

terakhir semoga saya bisa menimba ilmu bersama teman-teman TKJ lainnya di

IDN-NETWORKERS…

See You Next Ebook Silat CCNA 2

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 102


“ Please Ingat nama Saya Dalam Doa Kalian”

Sahrul Hidayat|SMK Karya Bahana Mandiri Kota Bekasi 103

Anda mungkin juga menyukai