Location via proxy:   [ UP ]  
[Report a bug]   [Manage cookies]                

Karil - Tugas 3 - Alfi Hidayah

Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Anda di halaman 1dari 7

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA RANGKAIAN LISTRIK SISWA

KELAS VI UPT SDN POPOH 03 MENGGUNAKAN METODE


EKSPERIMEN

Alfi Hidayah1)
Reni Maisatus Sagita2)
Muslih3)

1)
Mahasiswa Program Studi PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka
2)
Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sosial Universitas Nahdlotul
Ulama Blitar
3)
Dosen Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan

alfihidayah63@gmail.com1), renisagita94@gmail.com2), muslihalawi@insud.ac.id3)

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar peserta didik kelas VI UPT
SDN Popoh 03 Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar, karena 1) siswa berbicara dengan
temannya ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. 2) pemahaman siswa tentang
rangkaian listrik masih rendah. 3) hanya beberapa siswa yang berani bertanya dan menjawab
pertanyaan. 4) semangat dan motivasi belajar siswa kurang. Oleh sebab itu, peneliti
melakukan perbaikan menggunakan metode eksperimen sehingga dapat menarik minat belajar
peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan metode pembelajaran yang tepat
pada materi rangkaian listrik serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada
materi rangkaian listrik di kelas VI UPT SDN Popoh 03 Kecamatan Selopuro Kabupaten
Blitar melalui metode eksperimen. Peneliti merencanakan penelitian menggunakan siklus 1
dan siklus 2. Setiap siklus terdapat 4 langkah yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan
refleksi. Dari penelitian ditemukan bahwa pembelajaran menggunakan metode eksperimen
dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI.

Kata kunci: eksperimen, hasil belajar, rangkaian listrik.

PENDAHULUAN
Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis selama ini di UPT SD Negeri
Popoh 03 khususnya di kelas VI bahwa pemahaman siswa tentang pembelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam masih rendah disebabkan guru hanya menerapkan metode ceramah di
dalam pembelajaran di kelas.
Guru mengajar masih menggunakan metode konvensional yaitu ceramah dan
pemberian tugas serta membiarkan siswa duduk, diam, dengar, catat dan hafal (3DCH),
sehingga pembelajaran berpusat pada pengetahuan yang dimiliki guru sehingga guru sebagai
pusat informasi pembelajaran (teacher centered) dan ini berakibat siswa akan menjadi lebih
pasif dalam proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di kelas.
Pada materi rangkaian listrik kurang diminati oleh siswa kelas VI UPT SDN Popoh
03, hal ini dikarenakan pembelajarannya yang hanya berisi teori-teori tanpa membuktikan
kebenarannya. Belum ada usaha inovasi dalam pembelajarannya. Aktivitas siswa dalam
memperoleh pengetahuan tentang rangkaian listrik hanya melalui metode ceramah dan tanya
jawab. Sikap siswa menjadi pasif saat proses pembelajaran berlangsung, siswa cenderung
bosan, tidak berani menjawab pertanyaan, tidak ada yang bertanya dan tidak ada yang berani
mengemukakan pendapat. Pada akhirnya siswa kurang memahami konsep yang dipelajari
belum bisa mempraktekkan untuk membuat rangkaian listrik sendiri berdasarkan pengetahuan
dan pengalamannya.
Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran IPA khususnya, guru harus
mengadakan perubahan metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kondisi siswa,
yaitu dengan memberikan banyak kesempatan/ peluang kepada siswa terutama aktivitas
belajar siswa dalam memperoleh pengetahuan dan pengalaman tentang rangkaian listrik.
Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah metode eksperimen atau percobaan.
Metode eksperimen atau percobaan dapat diartikan juga sebagai suatu metode
pemberian kesempatan kepada siswa perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan
suatu proses atau percobaan (Adrian, 2004). Dengan eksperimen dimaksudkan bahwa guru
atau siswa mencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati proses dan hasil percobaan itu.
Dengan metode eksperimen siswa tidak hanya melihat guru menyelesaikan sesuatu
eksperimen tetapi siswa juga mempraktekkan langsung apa yang mereka pelajari. Penerapan
pembelajaran dengan metode eksperimen akan membantu siswa untuk memahami konsep.
Pemahaman konsep dapat diketahui apabila siswa mampu mengutarakan secara lisan, tulisan,
maupun aplikasi dalam kehidupannya. Dengan kata lain, siswa memiliki kemampuan untuk
menjelaskan, menyebutkan, memberikan contoh, dan menerapkan konsep terkait dengan
pokok bahasan. (Kartika, 2023, h. 148).
Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam di UPT SD Negeri Popoh 03 kelas VI tentang
rangkaian listrik masih jauh dari harapan. Peneliti dapat mengatakan hal tersebut berdasarkan
hasil menganalisa nilai yang dicapai siswa dalam menempuh penilaian harian materi
rangkaian listrik, rata-rata nilai yang dicapai 60. Untuk nilai tertinggi 90 dan nilai terendah
40. Dari 21 siswa hanya 7 siswa yang mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal
(KKM). KKM untuk Ilmu Pengetahuan Alam di UPT SD Negeri Popoh 03 adalah 70. Selain
itu dari hasil analisa proses kegiatan belajar mengajar ditemukan masih banyak siswa yang
tidak memperhatikan penjelasan guru, bercerita sendiri dengan temannya serta sibuk bermain
sendiri.
Berdasarkan penelitian, selama proses pembelajaran rangkaian listrik berlangsung,
maka didapat beberapa masalah yang terungkap yaitu: 1) Siswa berbicara dengan temannya
ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. 2) Pemahaman siswa tentang rangkaian listrik
masih rendah. 3) Hanya beberapa siswa yang berani bertanya dan menjawab pertayaan. 4)
Semangat dan motivasi belajar siswa kurang.
Berdasarkan identifikasi di atas, menunjukkan bahwa ketuntasan belajar belum
tercapai disebabkan karena terjadinya hambatan dalam proses pembelajaran, yaitu sebagai
berikut: 1) Penjelasan guru monoton dan kurang menarik siswa. 2) Metode yang digunakan
kurang variatif. 3) Guru kurang menyeluruh dalam membimbing siswa. 4) Guru kurang
mengajukan pertanyaan untuk memotivasi siswa.
Ternyata penggunaan metode ceramah pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
materi rangkaian listrik kurang efektif. Terbukti dengan sebagian besar hasil tugas siswa tidak
memenuhi KKM, banyak siswa yang kurang fokus dalam memahami materi. Ini mendorong
saya untuk melakukan perbaikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi rangkaian
listrik berupa penerapan metode eksperimen sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa
kelas VI.
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka dapat ditentukan
rumusan masalah yaitu Apakah penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil
belajar siswa pada materi rangkaian listrik di kelas VI UPT SDN Popoh 03 kecamatan
Selopuro kabupaten Blitar?
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menemukan metode pembelajaran yang
tepat pada materi rangkaian listrik dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa. Sedangkan
tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada
materi rangkaian listrik di kelas VI UPT SDN Popoh 03 Kecamatan Selopuro Kabupaten
Blitar melalui metode eksperimen.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Sebagai
alternatif metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sebagai acuan
untuk melakukan penelitian lanjutan yang sejenis dalam lingkup yang lebih luas.

METODE
Desain prosedur perbaikan pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Berikut ini adalah diagram desain
rencana perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Siklus tindakan dalam penelitian dapat dilihat pada gambar 3.1 berikut.

Perencanaan

Refleksi Siklus 1 Pelaksanaan

Observasi

Perencanaan

Refleksi Siklus 2 Pelaksanaan

Observasi

Gambar 1 Siklus Penelitian


Data yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata
pelajaran IPA dalam pemahaman materi rangkaian listrik melalui tahapan tes tertulis. Data
yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan deskriptif komparatif untuk data kuantitatif
yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes setelah siklus 1 dan nilai tes setelah
siklus 2. Sedangkan untuk data kualitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif
berdasarkan hasil observasi dan refleksi dari tiap–tiap siklus. Analisis data terhadap hasil
penelitian dijelaskan sebagai berikut:
1. Ketuntasan belajar. Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan
secara klasikal. Seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai kriteria ketuntasan
minimal (KKM) yaitu 70, dan kelas dikatakan tuntas belajar bila di kelas tersebut
terdapat 75% yang telah mencapai daya serap. Untuk menghitung persentase ketuntasan
belajar digunakan rumus sebagai berikut:

P=
∑ Siswa yang tuntas belajar x 100 %
∑ Siswa
2. Hasil pengamatan menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran sesuai rencana yang
telah disusun dan memberikan nilai baik pada semua komponen dengan kriteria sebagai
berikut.
95% < NR ≤ 100% : sangat baik
75% < NR ≤ 95% : baik
50% < NR ≤ 75% : cukup
0% < NR ≤ 50% : kurang baik
Apabila semua kriteria tersebut tidak terpenuhi, maka pemberian tindakan yang
dilakukan belum berhasil dan perlu diadakan pemberian tindakan berikutnya dengan merevisi
ulang perencanaan. Namun, apabila kedua kriteria tersebut terpenuhi maka pelaksanaan
tindakan dapat diakhiri (dihentikan).

HASIL DAN PEMBAHASAN


SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan perbaikan pembelajaran
pada siklus 2 ini telah berhasil sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode
eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi rangkaian listrik dan berdampak
pada nilai ulangan harian siswa yang melebihi KKM.
Adapun saran pada penelitian ini adalah kepada pengambil kebijakan agar
mendorong guru-guru sehingga termotivasi dalam menulis karya ilmiah guna memperbaiki
mutu pembelajaran, kepada guru-guru agar kiranya dapat meningkatkan kompetensi-
kompetensi sehingga benar-benar menjadi guru yang professional dalam upaya meningkatkan
hasil belajar siswa, guru sebaiknya menggunakan metode pembelajaraan yang menarik minat
siswa salah satunya metode eksperimen sehingga siswa mudah memahami materi yang
dipelajari.

DAFTAR PUSTAKA

Astuti, Hj. Mardiah. (2022). Evaluasi Pendidikan. Sleman: Deepublish


Ibrahim, Andi dkk. (2018). Metodologi Penelitian. Makassar: Gunadarma Ilmu
Ilyas, Asmidir Dkk (2020). Diagnosis Kesulitan Belajar & Pembelajaran Remidial.
Semarang: Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas
Negeri Semarang
Irfan, Ahmad Zainul Irfan dan M. Najamuddin. Meningkatkan Hasil Belajar IPA dalam
Memahami Rangkaian Listrik Seri Melalui Penerapan Metode Eksperimen pada Siswa
Kelas VI SDN 1 Mantang. Jurnal Transformasi Volume 9 Nomor 1 Edisi Maret 2023.
PLS FIPP UNDIKMAP-ISSN: 2442-5842. E-ISSN: 2962-9306. Pp: 62 - 71
Rizqi, Muhammad, dkk (2022). Psikologi Pendidikan. Sukoharjo: Pradina Pustaka
Ropii, Muhammad dan Muh. Fahrurrozi. (2017). Evaluasi Hasil Belajar. Lombok:
Universitas Hamzanwadi Press
Rosita, Aas dkk. Analisis Faktor Kesulitan Belajar IPA Konsep Kelistrikan Kelas IX SMP Di
Kabupaten Pandeglang. PENDIPA Journal of Science Educarion, 2022: 6(2). 404-409.
ISSN 2086-9363

Rukminingsih dkk. 2020. Metode Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Erhaka Utama

Sari, Mimien Dwi Anita. Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Rangkaian Listrik Melalui
Penerapan Metode Eksperimen di Kelas VI Sekolah Dasar Negeri Pakualam 01 Tahun
Pelajaran 2019/2020. Educatif : Journal of Education Research 3(1), 2021, 188-193
Solikati, Nurul. Peningkatan Prestasi Belajar IPA Materi Rangkaian Listrik Sederhana dengan
Metode Eksperimen. Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah 310 Volume I,
Nomor 2. Desember 2021 E-ISSN: 2808-3962, P-ISSN: 2807-8527

Waruwu, Toroziduhu. Identifikasi Kesulitan Belajar Pada Pembelajaran Ipa Dan Pelaksanaan
Pembelajaran Remedial. Journal Education and Development, Vo.8 No.2. Edisi Mei
2020. E.ISSN.2614-6061. P.ISSN.2527-4295

Anda mungkin juga menyukai