Location via proxy:   [ UP ]  
[Report a bug]   [Manage cookies]                

DM jab,+Jurnal+Marischa+97-104

Download as pdf or txt
Download as pdf or txt
You are on page 1of 8

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)

Vol. 12. No. 1, 2022


(p-ISSN 2338-9605; e-2655-206X)

Pengaruh Brand Ambassador Terhadap Minat Beli Produk Maybelline New York
Melalui Sikap pada Iklan Sebagai Variabel Mediasi

Marischa Aqilah Faradilla1


Sonja Andarini2

Universitas Pembangunan Nasional “ Veteran “ Jawa Timur


E-mail : faradillaqilah@gmail.com

Abstract. Maybelline New York is one of the most famous cosmetic products, one of which is in Indonesia.
Maybelline New York has issued more than 200 cosmetic products by utilizing the latest technological
sophistication in the latest trends. Just like any other cosmetic business, Maybelline New York certainly
wants its product sales to always increase, but in fact there has been a decline in sales in recent years. This
study aims to determine the effect of the brand ambassador "ITZY" on buying interest in Maybelline New
York products through attitudes to advertising as a mediating variable. This research is a type of
quantitative research with explanatory research method. In sampling the technique used is purposive
sampling technique with a sample of 100 respondents. Data analysis was performed using the Partial Least
Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) model with the help of SmartPLS 3.0 software. The results
showed that the brand ambassador had a significant effect on buying interest; brand ambassador has a
significant effect on attitudes in advertising; attitude to advertising has a significant effect on buying
interest; attitude to advertising has a significant effect in mediating the influence of brand ambassadors on
buying interest in Maybelline New York products

Key word: Brand Ambassador, Attitude Toward the Advertisement, Purchase Intention

Abstrak. Maybelline New York merupakan salah satu produk kosmetik yang sangat terkenal, salah satunya
yaitu di Negara Indonesia. Maybelline New York telah mengeluarkan lebih dari 200 produk kosmetik
dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi terkini dalam trend terbaru. Sama seperti bisnis kosmetik
lainnya tentu Maybelline New York ingin penjualan produknya selalu mengalami peningkatan, namun pada
kenyataannya terjadi penurunan dalam penjualannya dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh brand ambassador “ITZY” terhadap minat beli pada produk Maybelline New
York melalui sikap pada iklan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif
dengan metode explanatory research. Dalam penarikan sampel teknik yang digunakan adalah teknik
purposive sampling dengan jumalh sampel 100 responden. Analisis data dilakukan menggunakan model
Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS 3.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand ambassador berpengaruh signifikan terhadap minat beli; brand
ambassador berpengaruh signifikan terhadap sikap pada iklan; sikap pada iklan berpengaruh signifikan
terhadap minat beli; sikap pada iklan berpengaruh signifikan dalam memediasi pengaruh brand ambassador
terhadap minat beli produk Maybelline New York.

Kata kunci: Brand Ambassador, Sikap Pada Iklan, Minat Beli

Pendahuluan dilakukan oleh nusaresearch pada Agustus 2020


Kosmetik merupakan hal yang tidak terlepas menyatakan bahwa sebagian besar alasan wanita
dari kaum wanita. Di era modern ini kosmetik telah menggunakan kosmetik adalah untuk mempercantik
menjadi kebutuhan primer kaum wanita karena dirinya. Hal ini dapat dilihat dari hasil survey yaitu
hampir setiap hari selalu digunakan. Menurut Food sebesar 75,1% responden menyatakan bahwa
and Drug Administration (FDA) Amerika menggunakan kosmetik bertujuan untuk
(www.fda.gov,2016),kosmetik didefinisikan sebagai mempercantik dirinya, selanjutnya 66,7% dari
barang yang dikenakan oleh wanita dengan maksud responden menyatakan bahwa menggunakan
untuk diterapkan pada tubuh manusia dengan kosmetik untuk meningkatkan kepercayaan diri,
manfaat untuk membersihkan, mempercantik serta kemudian sebesar 34,7% responden menyatakan
dapat meningkatkan daya tarik atau mengubah bahwa menggunakan kosmetik hanya untuk
penampilan tanpa melakukan perubahan pada keperluan pekerjaan, kemudian 22,5% menyatakan
struktur atau fungsi tubuh. Hasil survey yang telah bahwa menggunakan kosmetik hanya untuk

97
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)
Vol. 12. No. 1, 2022
(p-ISSN 2338-9605; e-2655-206X)

menutupi kulit yang kurang bagus, sisanya menimbulkan minat beli pada konsumen terhadap
responden tidak memiliki alasan khusus mengapa suatu produk.
menggunakan kosmetik. Berdasarkan dari hasil Salah satu dari sekian merek kosmetik yang
survey diatas dapat diidentifikasikan bahwa ada di Indonesia, dalam melakukan upaya untuk
kesadaran wanita untuk mempercantik diri semakin mempertahankan posisinya dengan menggunakan
lama semakin meningkat. Hal ini menyebabkan brand ambassador adalah brand kosmetik
jumlah peminat kosmetik pada kaum wanita di Maybelline New York. Produk kosmetik ini telah
Indonesia selalu mengalami peningkatan dari tahun tersebar luas di dunia salah satunya yakni di
ke tahun. Indonesia. Tentu keberadaan kosmetik Maybelline
Salah satu penyebab terjadinya peningkatan New York tidak terlepas dari beberapa pesaing yang
pada pengguna kosmetik di Indonesia dikarenakan berusaha untuk menyainginnya. Banyaknya pesaing
tingginya tingkat konsumsi kosmetik yang berasal yang ada menjadi salah satu tantangan bagi produk
dari berbagai kalangan. Hal ini dapat dibuktikan dari kosmetik ini untuk tetap mempertahankan posisinya
hasil survey yang telah dilakukan oleh nusaresearch agar tetap eksis. Namun dalam kurun waktu 5 tahun
pada Agustus 2020 sebuah situs riset pasar online terakhir fenomena kurang baik sedang dialami oleh
yang dibangun oleh PT Macromill South East Asia, Maybelline New York dengan ditujukan adanya
menyatakan bahwa pada tahun 2020 tingkat ketidakstabilan jumlah penjualan. Adanya
konsumsi kosmetik tertinggi berasal dari kalangan ketidakstabilan pada produk Maybelline New York
remaja usia 18-25 tahun (46.8%), selanjutnya ini dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan
kelompok usia 25-35 tahun (27.0%), kemudian usia kapasitas barang yang terjual, sehingga hal ini
36-45 tahun (18.9%) dan sisanya responden berusia mampu mengindikasikan bahwa minat beli pada
diatas 45 tahun (7.3%). produk Maybelline New York mengalami
Melihat tingginya tingkat konsumsi kosmetik penurunan.
diatas dapat diidentifikasi bahwa industri kosmetik Melihat kondisi ini Maybelline harus terus
merupakan salah satu industri yang paling strategis berupaya untuk meningkatkan minat beli pada
dan potensial sehingga sangat menjanjikan untuk konsumen. Dalam upaya untuk meningkatkan minat
kedepannya. Dengan adanya peluang tersebut beli konsumen pada produk kosmetik Maybelline
menjadikan banyak pengusaha termotivasi untuk New York , kosmetik ini menerapkan strategi
mendirikan sebuah industri kosmetik sehingga pemasaran dengan menggandeng grup asal korea
menyebabkan banyaknya industri kosmetik yang sebagai brand ambassador barunya dalam
bermunculan di Indonesia. Hal ini secara tidak menyampaikan iklan. Pada 31 Maret 2021
langsung menyebabkan persaingan industri Maybelline New York resmi mengumumkan bahwa
kosmetik di Indonesia menjadi semakin ketat karena grup K-Pop ITZY ditunjuk sebagai brand
banyaknya produk kosmetik yang tumbuh dan ambassadornya, setelah dipilihnya ITZY sebagai
berkembang di Indonesia baik produk kosmetik brand ambassador dalam kosmetik ini tentu grup
lokal maupun global. Melihat perkembangan yang asal korea ini akan menampilkan sebuah iklan
terjadi menyebabkan seluruh industri kosmetik bersama dengan produk yang dikeluarkan oleh
harus berlomba lomba untuk menjadi yang terbaik Maybelline New York. Maybelline berharap dalam
agar dapat memenangkan persaingan yang ada. jangka panjang ITZY mampu menarik perhatian
Salah satu upaya yang banyak dilakukan oleh konsumen sehingga mampu meningkatkan minat
perusahaan saat ini yaitu dengan menggunakan beli konsumen terhadap produk yang dikeluarkan
brand ambassador dalam menyampaikan iklan oleh Maybelline.
produk yang dikeluarkannya. Penggunaan brand
ambassador dinilai cukup efektif karena dengan Tinjauan Pustaka
menggunakan brand ambassador dapat 1. Brand Ambassador
meningkatkan minat beli pada konsumen terhadap Menurut Lea-Greenwood (2012) dalam Rian
suatu produk. Adanya pеmіlіhan brand ambassador Darmawan dkk (2019) brand ambassador adalah alat
yang tеpat pada sebuah perusahaan dianggap yang dapat dimanfaatkan oleh beberapa perusahaan
mampu mеmpеngaruhі еfеktіvіtas іklan sehingga untuk melakukan komunikasi dan terhubung dengan
mampu menimbulkan sikap positif dari konsumen khalayak umum dengan harapan mampu
terhadap suatu iklan. Pemilihan brand ambassador meningkatkan volume penjualan pada perusahaan
yang tepat juga mampu mеnіngkatkan pеrhatіan tersebut. Penggunaan brand ambassador dilakukan
konsumеn tеrhadap mеrеk yang dіdukung olеh oleh perusahaan dengan tujuan untuk mempengaruhi
brand ambassador yang berpotensi dapat para konsumen agar mereka tertarik untuk
menggunakan produk yang ditawarkan oleh

98
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)
Vol. 12. No. 1, 2022
(p-ISSN 2338-9605; e-2655-206X)

perusahaan melalui pemilihan brand ambassador Penentuan sampel dilakukan dengan


yang didasarkan pada pencitraan melalui seorang menggunakan metode purposive sampling karena
selebritis yang sedang naik daun atau terkenal. terdapat kriteria-kriteria atau pertimbangan tertentu
Menurut Kertamurti (2015) brand ambassador yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian.
adalah seorang individu atau orang yang terkenal Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak
dan dikenal oleh public atas prestasi yang dimiliki. 100 responden. Data primer pada penelitian ini
Menurut Solomon (2009) dalam Dzisah dan bersumber dari data yang diberikan kepada calon
Ocloo (2013) menyebutkan bahwa celebrity konsumen yang mengetahui produk kosmetik
endorser atu brand ambassador adalah penggunaan Maybelline New York dan pernah melihat iklan
orang-orang yang terkenal sehingga mampu produk kosmetik Maybelline New York. Kemudian
memberikan pengaruh seperti atlet, model, bintang untuk data sekunder pada penelitian ini yaitu
film/iklan, atau ikon musik yang telah dikenal oleh bersumber dari data yang diperoleh dari berbagai
banyak orang untuk mempromosikan dan sumber seperti buku, laporan, jurnal, web yang
mengiklankan suatu produk baik berupa jasa terpercaya. Adapun instrumen yang digunakan
maupun barang dari sebuah perusahaan tertentu. dalam penelitian ini yaitu menggunakan skala likert.
Penelitian ini menggunakan analisis jalur
2. Sikap Pada Iklan (path analysis) untuk menganalisis data yang telah
Menurut Solomon (2002) dalam Darwati dan diperoleh. Path analysis digunakan untuk melakukan
Yulianto (2019) sikap pada iklan adalah suatu sikap analisis pada pola hubungan diantara variabel
kecenderungan dari seseorang untuk memberikan (Supriyanto & Maharini, 2013). Model ini memiliki
suatu respon pada iklan yang ditayangkan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh secara langsung
cara favorable atau unfavorable. Jika iklan yang maupun tidak langsung dari variabel laten eksogen
ditayangkan pada suatu perusahaan efektif tentu terhadap variabel laten endogen. Analisis ini dibantu
akan memberikan sikap baik atau positif darri dengan bantuan software SmartPLS 3.0
konsumen, begitu pun sebaliknya apabila iklan yang
ditayangkan kurang efektif maka tidak menutup
kemungkinan akan menimbulkan sikap kurang baik Sikap
atau sikap negatif dari konsumen terhadap iklan Pada
yang ditampilkan oleh perusahaan. Iklan
Brand Minat
3. Minat Beli
Menurut Kotler dan Keller (2009) dalam Stephanie Ambassad Beli
et al.,(2013), mengemukakan bahwa minat beli
adalah perilaku yang muncul dari konsumen sebagai
respon terhadap suatu objek dengan menunjukkan Hasil Dan Pembahasan
adanya keinginan pelanggan untuk melakukan A. Analisis Model Pengukuran (Outer Model)
pembelian terhadap produk yang diiklankan. a. Validitas Konvergen (Convergent Validity)
Menurut Schiffman dan Kanuk (2007) dalam Uji validitas konvergen dengan menggunakan
Darwati dan Yulianto (2019) minat beli adalah software SmartPLS dapat dilihat dari nilai loading
kemungkinan suatu tindakan yang dilakukan dari factor untuk tiap indikator konstruk (Ghozali &
seorang konsumen untuk membeli sebuah produk Latan, 2015:74). Rule of Thumb untuk menilai
validitas convergent adalah nilai loading factor lebih
Metode Penelitian dari 0,5 agar diterima (Ghozali dan Latan:38), serta
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk nilai average variance inflation factor (AVE) harus
mengetahui pengaruh brand ambassador terhadap lebih besar dari 0.5 (Ghozali & Latan, 2015:74).
minat beli melalui sikap pada iklan sebagai variabel
medasi dan sumber tersebut berasal dari pelajar atau Tabel 1 Hasil Outer Loading dan AVE
mahasiswa di wilayah Kota Surabaya yang Variabel Indikator Outer Nilai
mengetahui dan pernah melihat iklan produk Loading AVE
X1.1 0,769
kosmetik Maybelline New York. Pengumpulan data X1.2 0,882
dalam penelitian didapatkan dari hasil angket atau Brand Ambassador
X1.3 0,890 0,735
kuisioner yang disebarkan kepada para responden. (X)
X1.4 0,904
Penelitian ini dilakukan di Kota Surabaya, X1.5 0,834
Jawa Timur. Waktu penelitian dilaksanakan pada Sikap Pada Iklan (Z) Z1.1 0,866
bulan Desember 2021 sampai Februari 2022. Z1.2 0,914 0,776
Z1.3 0,862

99
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)
Vol. 12. No. 1, 2022
(p-ISSN 2338-9605; e-2655-206X)

Y1.1 0,832 dibentuknya dibandingkan dengan nilai cross


Minat Beli (Y) Y1.2 0,865 0,746 loading pada variabel lainnya.
Y1.3 0,903
Sumber : data penelitian diolah tahun 2022 c. Uji Reliabilitas
Dalam melakukan pengukuran reliabilitas pasa suatu
Berdasarkan tabel 1 diatas masing-masing indikator konstruk dengan indikator reflektif dapat dilakukan
konstruk reflektif menunjukkan bahwa nilai outer melalui dua cara, yakni dengan melihat nilai
loadings lebih dari 0,5 sehingga semua indikator Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability. Rule
dapat dikatakan valid untuk merefleksikan variabel of Thumb untuk melakukan penilaian pada
laten atau layak digunakan untuk analisa lebih reliabilitas konstruk adalah dengan nilai Composite
lanjut. Selain dapat dilihat dari nilai outer loading, Reliability harus lebih besar dari 0.70. Namun
uji convergent validity juga diperlukan untuk karena penggunaan nilai Cronbach’s Alpha untuk
melihat nilai Average Variance Extracted (AVE). menguji reliabilitas konstruk akan memberikan nilai
Berdasarkan tabel 1 diatas menunjukkan bahwa nilai yang lebih rendah (under estimate) maka lebih
AVE masing-masing variabel menunjukkan nilai disarankan untuk menggunakan nilai Composite
>0,5 sehingga dapat dinyatakan bahwa setiap Reliability (Ghozali & Latan, 2015:75).
variabel atau konstruk dikatakan valid.
Tabel 3 Nilai Composite Realibility
b. Validitas Diskriminan (Discriminant Validity) Variabel Nilai Composite Reliability
Uji validitas diskriminan digunakan untuk Brand Ambassador 0.933
memastikan bahwa setiap konsep dari masing- Sikap Pada Iklan 0,921
masing variabel laten berbeda dengan variabel yang Minat Beli 0,912
lain. Dalam pengukuran indikator reflektif Sumber : data penelitian diolah tahun 2022
menggunakan program SmartPLS dapat dilakukan
dengan melihat nilai cross loading. Pengukuran Berdasarkan tabel 3 diatas diketahui bahwa
cross loading dilakukan dengan melakukan nilai composite reliability masing masing konstruk
perbandingan antar korelasi indikator dengan telah memenuhi atau memiliki nilai sebesar >0,7.
konstruknya dan kosntruk dari blok lainnya. Selain Sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh variabel
itu, nilai cross loading untuk setiap variabel harus penelitian telah reliabel.
lebih besar dari 0.70 (Ghozali & Latan, 2015:74).
B. Analisis Model Struktural ( Inner Model )
Tabel 2 Hasil Outer Loading a. R Square ( R2 )
Nilai Cross Loading Nilai R square digunakan untuk menjelaskan
Indikator Brand Sikap Pada Minat pengaruh variabel laten eksogen terhadap variabel
Ambassador Iklan Beli laten endogen apakah memiliki pengaruh yang
X1.1 0,769 0,689 0,559
substantive. Dalam melihat nilai R square
X1.2 0,882 0,827 0,700
X1.3 0,890 0,696 0,655 menggunakan software PLS dapat diketahui melalui
X1.4 0,904 0.772 0,711 hasil R-Square Adjusted.
X1.5 0,834 0,692 0,700
Y1.1 0,799 0,832 0,701 Tabel 4 Hasil R Square ( R2 )
Y1.2 0,714 0,865 0,553 Variabel Nilai R-Square
Y1.3 0,737 0,903 0,636 Minat Beli 0,754
Y1.4 0,712 0,853 0,708 Sikap Pada Iklan 0,602
Z1.1 0,709 0,730 0,866 Sumber : data penelitian diolah tahun 2022
Z1.2 0,647 0,627 0,914
Z1.3 0,696 0,632 0,862
Sumber : data penelitian diolah tahun 2022 Berdasarkan tabel 4 diketahui bahwa nilai R-
Square untuk variabel minat beli sebesar 0,754 yang
Berdasarkan tabel 2 diatas diketahui bahwa berarti variabilitas minat beli dapat dijelaskan oleh
nilai cross loading masing-masing variabel memiliki variabel brand ambassador dalam model 75,4%.
nilai > 0,7 sehingga dapat dinyatakan bahwa setiap termasuk dalam kategori kuat. Kemudian, nilai R-
indikator yang digunakan dalam penelitian ini telah Square variabel sikap pada iklan sebesar 0,602
memiliki validitas diskriminan yang baik dalam berarti variabilitas sikap pada iklan yang dapat
menyusun variabelnya masing-masing. Selain itu, dijelaskan oleh variabel brand ambassador dan
variabel penelitian diatas memiliki nilai cross minat beli dalam model sebesar 60,2% yan
loading lebih tinggi daripada variabel yang menunjukkan dalam model kategori kuat.

100
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)
Vol. 12. No. 1, 2022
(p-ISSN 2338-9605; e-2655-206X)

b. Path coefficients lebih besar dari 1,98 (t-tabel). Berdasarkan dari hasil
Path analisis atau analisis jalur digunakan pengujian yang telah dilakukan diatas dapat
untuk menguji hipotesis pada penelitian ini. Analisis disimpukan bahwa H3 yaitu sikap pada iklan
jalur ini dapat menjelaskan signifikansi pengaruh berpengaruh signifikan terhadap minat beli diterima.
hubungan langsung maupun tidak langsung antara
variabel independen dengan variabel dependen Tabel 6 Hasil Indirect Effect
dalam sebuah penelitian. Untuk mengetahui hasil uji Variabel t- Indirect Keterangan
pengaruh secara langsung menggunakan software statistic Effects
Brand Ambbasador 2,302 0,022 Berpengaruh
PLS dapat diketahui melalui hasil path coefficients (X) → Sikap Pada signifikan
serta untuk mengetahui hasil uji pengaruh secara Iklan (Z) → Minat
tidak langsung dapat diketahui melalui hasil Indirect Beli (Y)
Effects. Sumber : data penelitian diolah tahun 2022

Tabel 5 Hasil path coefficients Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat bahwa nilai
Path indirect effect untuk pengaruh brand ambassador
t- p-
Variabel coefficients Ket terhadap minat beli melalui sikap pada iklan dengan
statistic Value
Brand
nilai t-statistic 2,302 lebih besar dari 1,98 (t-tabel).
Ambassador → 0,690 7,707 0,000 Signifikan Nilai p- value sebesar 0,022 nilai ini lebih kecil dari
Minat Beli 0,05. Sehingga variabel sikap pada iklan merupakan
Brand variabel mediasi atau intervening atau dapat
Ambassador → dikatakan bahwa variabel sikap pada iklan mampu
0,779 14,898 0,000 Signifikan
Sikap Pada
Iklan berperan baik dalam memediasi pengaruh brand
Sikap Pada ambassador terhadap minat beli yang berarti H4
Iklan → Minat 0,219 2,312 0,021 Signifikan diterima.
Beli
Sumber : data penelitian diolah tahun 2022 Pembahasan
1. Pengaruh Brand Ambassador Terhadap
Berdasarkan tabel 5 dapat disimpulkan bahwa Minat Beli
brand ambassador berpengaruh signifikan terhadap Berdasarkan hasil analisis jalur menunjukkan
minat beli yang ditujukkan dengan nilai path nilai thitung sebesar 7,707 lebih besar dari ttabel yaitu
coefficients sebesar 0,690 lebih besar dari 0,1. Nilai 1,98 dan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05, maka
p-value yaitu sebesar 0.000 lebih kecil dari 0,05. Hal keputusannya adalah H0 ditolak, berarti hipotesis
ini juga ditunjukkan dengan nilai t-statistik sebesar (H1) yang menyatakan Brand Ambassador
7,707 lebih besar dari 1,98 (t-tabel). Berdasarkan berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli
dari hasil pengujian yang telah dilakukan diatas diterima. Besarnya nilai koefisien pengaruh variabel
dapat disimpulkan bahwa H1 yaitu brand brand ambassador yang menunjukkan sebesar 0,690
ambassador berpengaruh signifikan terhadap minat menunjukkan bahwa brand ambassador berpengaruh
beli diterima. terhadap minat beli artinya penggunaan “ITZY”
Kemudian brand ambassador juga sebagai brand ambassador dapat menyebabkan
berpengaruh signifikan terhadap sikap pada iklan khayalak terdorong dan semakin berminat untuk
yang ditujukkan dengan nilai path coefficients membeli produk kosmetik Maybelline New York.
sebesar 0,779 lebih besar dari 0,1. Nilai p-value Brand ambassador yang menarik dan
yaitu sebesar 0.000 lebih kecil dari 0,05. (t-tabel). persuasif dalam menyampaikan informasi dianggap
Hal ini juga ditunjukkan dengan nilai t-statistik mampu mendorong sikap terhadap merek atau
sebesar 14,898 lebih besar dari 1,98 (t-tabel). produk sehingga dapat menimbulkan minat untuk
Berdasarkan dari hasil pengujian yang telah membeli produk tersebut. Hasil penelitian
dilakukan diatas dapat disimpukan bahwa H2 yaitu menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Brand
brand ambassador berpengaruh signifikan terhadap Ambassador yang didasarkan pada indikator-
sikap pada iklan diterima. indikator meliputi keterbukaan, kesesuaian,
Selanjutnya, sikap pada iklan juga berpengaruh kredibilitas dalam mempromosikan produk , daya
signifikan terhadap minat beli yang ditujukkan tarik dan kekuatan berupa kharisma yang
dengan dengan nilai path coefficients sebesar 0,219 dipancarkan oleh seorang brand ambassador dapat
lebih dari 0,1. Nilai p-value yaitu sebesar 0.021 mempengaruhi calon konsumen untuk melakukan
lebih kecil dari 0,05 (t-tabel). Hal ini juga pembelian terhadap produk yang telah diiklankan
ditunjukkan dengan nilai t-statistik sebesar 2,312 karena munculnya rasa tertarik terhadap iklan yang

101
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)
Vol. 12. No. 1, 2022
(p-ISSN 2338-9605; e-2655-206X)

telah disampaikan oleh brand ambassador tersebut. menyampaikan sebuah iklan. Selain itu, daya tarik
Sebagaimana diungkapkan oleh Shimp (2014:261) yang dimiliki oleh seorang brand ambassador dalam
dalam Darwati dan Yulianto (2019:7) bahwa ketika menyampaikan sebuah iklan mampu menciptakan
rasa tertarik muncul pada konsumen setelah melihat respon atau sikap yang positif terhadap iklan yang
seorang brand ambassador maka calon konsumen disampaikannya. Sebagaimana diungkapkan oleh
akan cenderung mengadopsi sikap, perilaku, minat Shimp (2014) menyatakan bahwa daya tarik fisik
atau preferensi dari si brand ambassador tersebut. merupakan hal yang dijadikan pertimbangan utama
Penggunaaan brand ambassador dianggap dalam sebagian besar yang berhubungaan tentang
memiliki peranan yang penting untuk memunculkan periklanan. Karena sebagian besar calon konsumen
minat beli kepada para calon konsumen terhadap menilai sebuah iklan dari model yang
suatu produk, karena itulah saat ini banyak menyampaikan iklan tersebut, sehingga hal itu dapat
perusahaan menggunakan seorang brand mempengaruhi sikap konsumen terhadap suatu
ambassador untuk menarik perhatian para calon iklan. Sebagaimana seperti yang diungkapkan oleh
konsumen. Dalam melakukan pemilihan brand Hoyer, Macinnis, dan Pieters (2013) dalam Darwati
ambassador terdapat beberapa hal yang dijadikan dan Yulianto (2019) menyatakan bahwa konsumen
pertimbangan diantaranya pengalaman dan keahlian memberikan penilaian terhadap sebuah iklan tentu
yang dimiliki oleh seorang brand ambassador. Hal dengan model yang lebih menarik dan dapat
ini dilakukan dengan harapan agar setelah dipilihnya menarik perhatian dibandingkan yang tidak
brand ambassador tersebut mampu menarik menarik. Hal ini didukung oleh penelitian Darwati
perhatian calon konsumen dan mampu dan Yulianto (2019) yang menyatakan bahwa brand
memunculkan minat beli pada masyarakat. Hal ini ambassador memiliki pengaruh secara langsung dan
didukung oleh penelitian Darwati dan Yulianto signifikan terhadap minat beli serta penelitian yang
(2019) yang menyatakan bahwa brand ambassador dilakukan oleh Wangsa dan Ardani (2015) yang
memiliki pengaruh secara langsung dan signifikan menyatakan bahwa brand ambassador berpengaruh
terhadap minat beli. Begitu pula dengan penelitian signifikan terhadap sikap pada iklan.
Nurvita Septya N. (2016) juga menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh brand ambassador terhadap minat 3. Pengaruh Sikap Pada Iklan Terhadap Minat
beli konsumen. Beli
Berdasarkan hasil analisis jalur menunjukkan
2. Pengaruh Brand Ambassador Terhadap nilai thitung sebesar 2,312 lebih besar dari ttabel yaitu
Sikap Pada Iklan 1,98 dan nilai p-value sebesar 0,021 < 0,05, maka
Berdasarkan hasil analisis jalur menunjukkan keputusannya adalah H0 ditolak, berarti hipotesis
nilai thitung sebesar 14,898 lebih besar dari ttabel yaitu (H3) yang menyatakan Sikap Pada Iklan
1,98 dan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05, maka berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli
keputusannya adalah H0 ditolak, berarti hipotesis diterima. Besarnya nilai koefisien pengaruh variabel
(H2) yang menyatakan Brand Ambassador Sikap Pada Iklan yang menunjukkan sebesar 0,219
berpengaruh signifikan terhadap Sikap Pada Iklan menunjukkan bahwa sikap pada iklan berpengaruh
diterima. Besarnya nilai koefisien pengaruh variabel positif terhadap minat beli artinya sikap positif yang
brand ambassador yang menunjukkan sebesar 0,779 dihasilkan dari iklan produk kosmetik Maybelline
menunjukkan bahwa brand ambassador berpengaruh New York mampu mendorong dan meningkatkan
terhadap sikap pada iklan artinya penggunaan minat beli pada produk tersebut.
“ITZY“ sebagai brand ambassador mampu Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
menimbulkan respon atau sikap positif pada iklan pengaruh antara sikap pada iklan yang didasarkan
produk kosmetik Maybelline New York. pada indikator-indikator meliputi kesukaan terhadap
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat iklan, ketertarikan terhadap iklan dan manfaat iklan
pengaruh yang diberikan brand ambassador dengan terhadap minat beli pada suatu produk. Karena
didasarkan pada indikator-indikator yang meliputi ketika seseorang tertarik pada sebuah produk setelah
transparan, kesesuaian, kredibilitas, daya tarik dan melihat iklan, maka mereka tentunya ingin segera
power/kekuatan terhadap sikap pada iklan. Respon merasakan manfaat dari produk tersebut. Hal ini
atau sikap yang diberikan konsumen terhadap iklan akan menyebabkan atau memicu timbulnya rasa
yang dibawakan oleh seorang ambassador akan ingin memiliki yang kemudian akan
menghasilkan sikap yang positif jika brand diimplementasikan dengan melakukan pembelian
ambassador yang menyampaikan iklan tersebut pada produk tersebut. Sebagaimana seperti yang
dikenali terutama terkait profesi yang mereka jalani, diungkapkan oleh Schiffman dan Kanuk (2007)
kemudian memiliki kredibilitas yang baik saat dalam Darwati dan Yulianto (2019)

102
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)
Vol. 12. No. 1, 2022
(p-ISSN 2338-9605; e-2655-206X)

mengungkapkan bahwa apabila konsumen perilaku seseorang untuk membeli suatu produk.
menyukai sebuah iklan maka mereka akan lebih Karena jika terdapat calon konsumen memiliki
cenderung untuk melakukan pembelian terhadap perasaan suka terhadap suatu iklan yang diiklankan
produk tersebut. Apabila iklan yang ditayangkan oleh seorang brand ambassador maka dapat
berhasil memicu minat beli para calon konsumen menghasilkan sensasi yang positif pada suatu
maka dapat dikatakan iklan tesebut mengesankan produk, yang akhirnya dapat memicu timbulnya
karena dapat menghasilkan sikap positif terhadap minat pembelian terhadap suatu produk . Hasil
iklan yang ditayangkan. Hal tersebut mendukung penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang
penelitian yang dilakukan oleh Darwati dan dilakukan oleh Wangsa dan Ardani (2015) yang
Yulianto (2019) serta penelitian yang dilakukan oleh menyatakan bahwa variabel sikap pada iklan
Wangsa dan Ardani (2015) yang menyatakan bahwa sebagai variabel intervening memiliki pengaruh
sikap pada iklan berpengaruh signifikan terhadap yang signifikan dalam memediasi pengaruh brand
minat beli. ambassador terhadap minat beli pada sebuah
produk. Pada penelitian tersebut dijelaskan bahwa
4. Sikap Pada Iklan Dalam Memediasi Al Ghazali sebagai brand ambassador pada produk
Pengaruh Brand Ambassador Terhadap mens biore cool oil clear berpengaruh terhadap
Minat Beli minat beli produk serta sikap pada iklan dari produk
Berdasarkan hasil analisis jalur menunjukkan tersebut mampu memediasi pengaruh Al Ghazali
nilai thitung sebesar 2,302 lebih besar dari ttabel yaitu sebagai brand ambassador terhadap minat beli
1,98 dan nilai p-value sebesar 0,022 < 0,05, maka produk. Sehubungan dengan hasil penelitian ini
keputusannya adalah H0 ditolak, berarti hipotesis dapat disimpulkan bahwa sikap pada iklan produk
(H4) yang menyatakan sikap pada iklan dapat kosmetik Maybelline New York mampu memediasi
memediasi hubungan brand ambassador terhadap pengaruh “ITZY“ sebagai brand ambassador
minat beli yang berarti H4 diterima. terhadap minat beli produk kosmetik Maybelline
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat New York
pengaruh yang diberikan brand ambassador yang
didasarkan pada indikator-indikator yang meliputi Kesimpulan
transparan, kesesuain, kredibilitas, daya tarik, dan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan
power terhadap minat beli berdasarkan indikator- mengenai Pengaruh Brand Ambassador Terhadap
indikator yang meliputi minat transaksional, minat Minat Beli Produk Maybelline New York Melalui
refrensial, minat preferensial dan minat eksploratif Sikap Pada Iklan Sebagai Variabel Mediasi dapat
melalui sikap pada iklan dengan indikator-indikator ditarik kesimpulan sebagai berikut :
yang meliputi kesukaan terhadap iklan, ketertarikan 1. Brand Ambassador “ITZY“ berpengaruh
terhadap iklan dan manfaaf iklan. Penggunaan signifikan terhadap minat beli produk kosmetik
seorang brand ambassador tentu sangat berpengaruh Maybelline New York. Hal ini menunjukkan
besar untuk mempengaruhi minat beli calon bahwa penggunaan “ITZY” sebagai brand
konsumen terhadap suatu produk. Maka secara tidak ambassador mampu mendorong dan
langsung penggunaan brand ambassador dalam meningkatkan minat beli produk kosmetik
menyampaikan sebuah iklan mampu mempengaruhi Maybelline New York.
calon konsumen dalam memberikan respon pada 2. Brand ambassador “ITZY“ berpengaruh
suatu iklan baik respon positif maupun negatif. signifikan terhadap sikap pada iklan produk
Apabila sikap yang diberikan oleh calon konsumen kosmetik Maybelline New York. Hal ini
terhadap iklan berupa respon yang positif maka menunjukkan bahwa produk kosmetik
dapat dikatakan konsumen tersebut menyukai iklan Maybelline New York yang diiklankan dan
yang disampaikan oleh seorang brand ambassador dipromosikan oleh “ITZY” sebagai brand
tersebut sehingga dapat menimbulkan minat beli ambassador mampu menciptakan respon positif
terhadap produ tersebut. Begitu juga sebaliknya, terhadap iklan yang ditampilkan.
apabila calon konsumen kurang menyukai atau tidak 3. Sikap pada iklan berpengaruh signifikan
menyukai iklan yang dilihatnya maka konsumen terhadap minat beli produk kosmetik
tersebut tidak memiliki ketertarikan atau minat Maybelline New York. Hal ini menunjukkan
untuk membeli produk tersebut. Sebagaimana yang bahwa respon positif pada iklan kosmetik
diungkapkan oleh Rahmawati (2013) serta Gunawan Maybelline New York mampu meningkatkan
dan Dharmayanti (2014) dalam Wangsa dan Ardani minat beli pada produk Maybelline New York.
(2015) bahwa penggunaan brand ambassador dalam 4. Sikap pada iklan berpengaruh signifikan dalam
iklan memiliki tingkat pengaruh yang kuat terhadap memediasi pengaruh brand ambassador

103
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)
Vol. 12. No. 1, 2022
(p-ISSN 2338-9605; e-2655-206X)

“ITZY” terhadap minat beli produk kosmetik Menggunakan Program SmartPLS 3.0.
Maybelline New York. Hal ini menunjukkan Semarang: Universitas Diponegoro.
bahwa “ITZY” sebagai brand ambassador Kertamukti, R. (2015). Strategi Kreatif dalam
produk kosmetik Maybelline New York Periklanan. Jakarta: Raja Grafindo
mampu memunculkan respon atau sikap positif Persada.
pada iklan yang ditayangkan sehingga dapat Nurvita, S. (2016). Pengaruh Brand Ambassador
berpengaruh terhadap minat beli pada produk Terhadap Minat Beli Konsumen MD
tersebut Clinic by Lazeta. Jurnal Bisnis dan Iptek,
9(2), 149-150.
Daftar Pustaka Nusaresearch. (2020). Laporan Tentang Makeup
Anik Mei Darwati, E. Y. (2019). Pengaruh Routin. Retrieved from
Penggunaan Western Model Sebagai https://nusaresearch.net/public/news/996L
Brand Ambassador Terhadap Sikap Pada aporan_Tentang_Makeup_Routine.nsrs,
Iklan Serta Dampaknya Terhadap Minat Regista Fabunga Ahmad, N. A. (2021). Peran Sikap
Beli ( Survei Online Minat Beli Produk Pada Iklan Dalam Memediasi Pengaruh
Kosmetik Maybelline New York di Brand Ambbasador Terhadap Minat Beli
Indonesia ). Jurnal Administrasi Bisnis, Produk Mie Sedaap Goreng Korean Spicy
69(1), 2-4. Chicken. 2(2), 300-314.
Darmawan, Rian&Martini. (2019). Pengaruh Brand Shimp, T. A. (2014). Komunikasi Pemasaran
Ambassador Terhadap Brand Image Serta Terpadu dalam Periklanan dan Promosi
Dampaknya Terhadap Keputusan Edisi 8. Jakarta: Salemba Empat.
Pembelian ( Studi Pada Pengguna Stephanie, E. R. (2013). Analisa Pengaruh Rio
Smartphone Oppo ). Jurnal e-Proceedings Dewanto dan Donita Sebagai Celebrity
of Management, 6(2), 2-3. Endorser Terhadap Minat Beli Produk Axe
Dzisah, O. Celebrity Endorsement and Customer Ananchy Dengan Daya Tarik Iklan dan
Buying Behavior; Enhancing The Efek Iklan Sebagai Variabel Intervening.
Promotion Function of Marketing in The Jurnal Manejemen Pemasaran, 1(2), 1-9.
Central Business Area of Accra, Ghana. Supriyanto, A. &. (2013). Metodologi Penelitian
European Journal of Business and Manajemen Sumber Daya Manusia Toeri,
Management (Online), 5(25), 197-208. Kuisioner dan Analisis Data Cetakan II.
FDA. (2017). FDA Authority Over Cosmetics : How Malang: UIN Maliki Press.
Cosmetics Are Not FDA - Approved, but Wangsa, G. C. (2015). Peran Sikap Pada Iklan
Are FDA-Regulated. Retrieved from Dalam Memediasi Pengaruh Krediabilitas
https://www.fda.gov/cosmеtіcs/guіdancеrе Al Ghazali sebagai Endorser Terhadap
gulatіon/lawsrеgulatіons/ucm074162.h tm Niat Beli (Studi Pada Produk Men's Biore
Ghozali, Imam. (2015). Partial Least Square Cool Oil Clear ). Jurnal Manajemen, 4(3),
:Konsep, Teknik, dan Aplikasi 548-550.

104

You might also like