Location via proxy:   [ UP ]  
[Report a bug]   [Manage cookies]                

Bp3k Gading (V)

Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Anda di halaman 1dari 15

1

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dunia pertanian sangat penting dalam kelangsungan kehidupan manusia di


bumi. Pertanian adalah sektor terbesar dalam hampir setiap ekonomi negara
berkembang. Sektor ini menyediakan pangan bagi sebagian besar
penduduknya, memberikan lapangan kerja bagi hampir seluruh angkatan
kerja yang ada, menghasilkan bahan mentah, bahan baku atau penolong bagi
industri dan menjadi sumber terbesar penerimaan devisa. ektor pertanian di
Indonesia semakin dirasakan penting bagi bangsa Indonesia, karena sektor ini
mampu memasok pangan sehinga Indonesia menjadi negara produsen padi
dan mampu berswasembada padi sejak 1984. Disamping itu sektorpertanian
juga mampu menyediakan lapangan kerja, menyumbangan devisa melalui
bertambahnya ekspor serta mampu mendukung munculnya industri yang
berbahan baku pertanian. Oleh karena itu nilai sektor produk pertanian terus
bertambah.

Namun pada saat ini juga kita rasakan bahwa pertanian di Indonesia masih
dikatakan pertanian tradisional. Karena petani di Indonesia masih
menggunakan cara dan teknologi bercocok tanam secara sederhana. Disinilah
dibutuhkannya pendidikan dan pengetahuan bagi para petani mengenai cara
meningkatkan hasil produksi pertanian. Dalam hal ini, peran penyuluh sangat
dibutuhkan untuk membantu perkembangan pertanian Indonesia. Penyuluhan
merupakan proses pendidikan diluar sekolah yang diselenggarakan secara
sistematis ditujukan pada orang dewasa (masyarakat) agar mau, mampu dan
berswadaya dalam memperbaiki atau meningkatkan kesejahteraan
keluarganya dan masyarakat luas. Dengan kata lain, penyuluhan merupakan
2

usaha untuk mengubah pengetahuan, sikap, kebiasaan dan keterampilan


dengan membantu, mempengaruhi dan memotivasi masyarakat sehingga
dapat meningkatkan taraf hidupnya. Pada hakekatnya penyuluhan adalah
suatu kegiatan komunikasi. Proses yang dialami mereka yang disuluh sejak
mengetahui, memahami, mentaati, dan kemudian menerapkannya dalam
kehidupan yang nyata, adalah suatu proses komunikasi.

Oleh karena itu, maka komunikasi penyuluhan yang dilakukan baik dari segi
teknik, bahasa, dan sarana yang digunakan harus disesuaikan dengan daya
nalar masyarakat yang dilihat dari segi pendidikan dan pola pikirnya, serta
teknik komunikasi yang dapat menarik perhatian dari masyarakat tersebut
agar penyuluhan yang dilakukan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi
masyarakat yang telah disuluh tersebut menerima atau mengadopsi inovasi
penyuluhan melalui tindakan nyata

1.2 Tujuan

Tujuan dari penulisan laporan penyuluhan Balai Penyuluhan Petanian


Perikanan Dan Kehutanan (BP3K) adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui sejarah Balai Penyuluhan Petanian Perikanan Dan Kehutanan


(BP3K)
2. Mengetahui visi-misi Balai Penyuluhan Petanian Perikanan Dan
Kehutanan (BP3K)
3. Mengetahui struktur organisasi Balai Penyuluhan Petanian Perikanan Dan
Kehutanan (BP3K)
4. Mengetahui wilayah kerja Balai Penyuluhan Petanian Perikanan Dan
Kehutanan (BP3K)
5. Mengetahui Tugas dan Fungsi Balai Penyuluhan Petanian Perikanan Dan
Kehutanan (BP3K)
3

1.3 Manfaat

Adapun manfaat dari penulisan laporan penyuluhan Balai Penyuluhan


Petanian Perikanan Dan Kehutanan (BP3K) adalah sebagai berikut:

1. Menambah pengetahuan tentang sejarah Balai Penyuluhan Petanian


Perikanan Dan Kehutanan (BP3K)
2. Menambah pengetahuan tentang visi-misi Balai Penyuluhan Petanian
Perikanan Dan Kehutanan (BP3K)
3. Menambah pengetahuan tentan struktur organisasi Balai Penyuluhan
Petanian Perikanan Dan Kehutanan (BP3K)
4. Menambah pengetahuan tentang wilayah kerja Balai Penyuluhan Petanian
Perikanan Dan Kehutanan (BP3K)
5. Menambah pengetahuan tentang pembagian wilayah kerja Balai
Penyuluhan Petanian Perikanan Dan Kehutanan (BP3K)
4

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Penyuluhan

Kegiatan penyuluhan adalah untuk memberdayakan masyarakat. Memberdayakan


berarti memberi daya kepada yang tidak berdaya dan atau mengembangkan daya
yang sudah dimiliki menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat yang
bersangkutan. Margono Slamet (2000) menekankan esensi penyuluhan sebagai
kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah mulai lazim digunakan oleh banyak
pihak sejak Program Pengentasan Kemiskinan pada awal dasawarsa 1990-an.

Penyuluhan pembangunan sebagai proses pemberdayaan masyarakat, memiliki


tujuan utama yang tidak terbatas pada terciptanya “better-farming, better business,
dan better living, tetapi untuk memfasilitasi masyarakat (sasaran) untuk mengadopsi
strategi produksi dan pemasaran agar mempercepat terjadinya perubahan-perubahan
kondisi sosial, politik dan ekonomi sehingga mereka dapat (dalam jangka panjang)
meningkatkan taraf hidup pribadi dan masyarakatnya (Margono Slamet 2000).

Penyuluhan sebagai proses komunikasi pembangunan, penyuluhan tidak sekadar


upaya untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan, tetapi yang lebih penting
dari itu adalah untuk menumbuh kembangkan partisipasi masyarakat dalam
pembangunan (Mardikanto, 1967) Penyuluhan merupakan sistem pendidikan di luar
sekolah, dimana mereka belajar sambil berbuat untuk menjadi tahu, mau, dan
mampu/bisa menyelesaikan sendiri masalah yang dihadapi secara baik,
menguntungkan dan memuaskan. Jadi penyuluhan adalah suatu bentuk pendidikan
yang cara, bahan, dan sarananya disesuaikan dengan keadaan, kebutuhan, dan
kepentingan sararan. Karena sifatnya yang demikian maka penyuluhan biasa juga
disebut pendidikan non formal (Wiriaatmadja ,1973)
5

2.2 Definisi Pembangunan

Siagian (1994) memberikan pengertian tentang pembangunan sebagai “Suatu


usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan
dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara dan pemerintah, menuju
modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (nation building)”. Ginanjar
Kartasasmita (1994) memberikan pengertian yang lebih sederhana, yaitu
sebagai “suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang
dilakukan secara terencana”.

Pembangunan (development) adalah proses perubahan yang mencakup


seluruh system sosial, seperti politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan,
pendidikan dan teknologi, kelembagaan, dan budaya (Alexander 1994).
Menurut Seers, pembangunan dapat dipastikan sebagai sebuah istilah teknis,
yaitu seni dalam membangkitkan masyarakat di berbagai negara berkembang
dari kemiskinan, tingkat melek huruf yang rendah, tingginya angka
pengangguran, dan ketidakadilan dalam bidang sosial.

Pengertian Pembangunan Nasional merupakan usaha peningkatan kualitas


manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan,
berdasarkan kemampuan nasional dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan
dan teknologi, serta memperhatikan tantangan perkembangan global (Tap.
MPR No. IV/MPR/1999).
6

III. PEMBAHASAN

3.1 Sejarah Singkat BP3K Gadingrejo

Pada mulanya BP3K kec.Gadingrejo masih Bergabung dengan BPP kec.


Gedong tataan dan setelah tahun 1986 BP3K (dulu namanya BPP
Gadingrejo) sudah mempunyai kantor BPP sendiri yaitu dibalai benih umum
Gadingrejo dan pada tahun 1987 sudah mempunyai kantor BPP hingga
sampai saat ini yang berdampingan dengan kantor Balai Benih Kec.
Gadingrejo. Sejak berdirinya BPP telah di jabat oleh beberapa kepala BPP
sebagai berikut:

1. Encep Yohana. Tahun 1985 s/d 1989


2. Yun Yono. Tahun 1989 s/d 2001
3. Muhtar. Tahun 2001 s/d 2002
4. Budi Santoso. Tahun 2002 s/d 2005
5. Targono. Tahun 2005 s/d 2010
6. Rusdiono. Tahun 2010 s/d 2011
7. Yuni Hartono. Tahun 20011 s/d 2015
8. Wasis. Tahun 2015 sampai dengan sekarang

3.2 Keadaan Geografis Kec.Gadingrejo

Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu meliputi 15 wilayah binaan


yang terdiri dari 23 pekon (desa). Wilayah Kecamatan Gadingrejo berada di
pusat pemerintahan Kabupaten Pringsewu yang Jaraknya ± 12 km.
Sedangkan ke Ibukota Provinsi ± 28 km.
7

Berikut ini adalah batas-batas wilayah Kec. Gadingrejo, Kab. Pringsewu.

a. Utara berbatasan dengan Wilayah Kecamatan Sukaharjo


b. Selatan berbatasan dengan Wilayah Kecamatan Kedondong (Kab.
Pesawaran)
c. Barat berbatasan dengan Wilayah Kecamatan Pringsewu
d. Timur berbatasan dengan Wilayah Kecamatan Gedondongtataan (Kab.
Pesawaran)

3.3 Visi dan Misi BP3K Gadingrejo

Visi adalah serangkaian kata-kata bahkan rangkaian kalimat mengungkapkan


impian, cita-cita, rencana, harapan sebuah perkumpulan, perusahaan,
organisasi yang ingin dicapai di masa mendatang . Misi merupakan sesuatu
yang menentukan kebutuhan apa yang diingini dan dipuasi oleh perusahaan,
dimana mereka berada sekaligus berupaya dalam pemuasan dilakukan. Misi
produk dan jasa yang dihasilkan oleh pasar, organisasi, perusahaan dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Jadi dalam membuat misi harus
realsitik dalam organisasi sehingga menghasilkan produk maupun jasa yang
berkualitas, dapat memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan
pelanggannya (Wibisono, 2006).

Untuk mencapai tujuan yang dapat menyejahterakan masyarakat, BP3K Kec.


Gadingrejo mempunyai visi yaitu meningkatkan Balai Penyuluhan Petanian
Perikanan Dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan GadingrejoYang Mandiri,
Inovatif Dan Kreatif Mendukung Ketahanan Pangan.
Untuk menunjang visi yang telah disusun guna mencapai tujuan, maka BP3K
Kec.Gadingrejo mempunyai beberapa misi. Berikut ini adalah misi dari
BP3K Kec. Gadingrejo.
a. Meningkatkan jejaring kerjasama pelaku utama dengan pelaku usaha dan
stage holder lainnya
8

b. Meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia pertanian, perikanan dan


kehutanan dengan menggali, mengkaji tekhnologi terapan yang ramah
lingkungan
c. Menggali, mehgkaji, mengolah dan menerapkan tekhnologi spesifik lokal
yang tepat guna untuk meningkatkan produktivitas pertanian

3.4 Tugas dan Fungsi BP3K Kec. Gadingrejo

BP3K berperan dalam mengkoordinasikan, mensinergikan dan


menyelaraskan kegiatan-kegiatan Pembangunan Pertanian, Perikanan dan
Kehutanan di Wilayah Kegiatannya.

Untuk mengoptimalkan Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian, Perikanan


dan Kehutanan di Wilayah Kecamatan di perlukan Pengembangan dan
Pengelolaan BP3K. Penguatan dan Pemberdayaan BP3K di Kecamatan
Gadingrejo telah dan akan terus dilaksanakan sehingga menjadi Lembaga
Penyuluhan di Tingkat Kecamatan yang kuat dan mampu melaksanakan
Tugas dan Fungsinya.

Adapun tugas dan fungsi dari BP3K Kec.Gadingrejo adalah sebagai berikut.

a. Menyusun Program Penyuluhan pada Tingkat Kecamatan sejalan dengan


Program Penyuluhan Kab/Kota;
b. Melakukan Penyuluhan berdasarkan Programa Penyuluhan;
c. Menyediakan dan menyebarkan Informasi Teknologi, Sarana Produksi,
Pembiayaan dan Pasar;
d. Menfasilitasi Pengembangan Kelembagaan dan dan Kemitraan Pelaku
Utama dan Pelaku Usaha;
e. Memfasilitasi Peningkatan kapasitas Penyuluh PNS, Penyuluh Swadaya,
dan Penyuluh Swasta melalui Proses Pembelajaran secara berkelanjutan,
f. Melaksanakan Proses Pembelajaran melalui Pencontohan dan
Pengembangan Model Usaha Tani bagi Pelaku Utama dan Pelaku Usaha
9

3.5 Wilayah Kerja BP3K Gadingrejo

Wilayah kerja BP3K Kecamatan Gadinrejo meliputi semua desa yang ada di
Kecamatan Gadingrejo. Desa di Kecamanatan Gadingrejo sampai saat ini
berjumlah 23. Rata-rata jumlah wilayah kerja penyuluh pertanian lapang
(PPL) di Kecamatan Gadingrejo yaitu sebanyak 2 (dua) desa dari 23 desa
binaan. Total gapoktan yang ada di Kecamatan Gadingrejo sebanyak 20
kelompok gapoktan. Rata-rata jumlah gapoktan di setiap wilayah kerja yaitu
sebanyak dua kelompok. Total kelompok tani yang ada di Kecamatan
Gadingrejo berjumlah 114 kelompok tani. Rata-rata jumlah kelompok tani di
setiap wilayah binaan yaitu sebanyak 11 kelompok tani.

3.6 Struktur Organisasi BP3K Gadingrejo

Bentuk struktur Organisasi BP3K Gadingrejo, dapat dilihat pada Gambar 2 .

Gambar 2. Struktur Organisasi BP3K Gadingrejo.

Berdasarkan Gambar 2, tugas dan fungsi masing-masing jabatan atau


pekerjaan PPL di BP3K Kecamatan Gadingrejo yaitu pemimpin balai
memiliki lini (garis) komando dan garis pertanggung jawaban langsung
kepada 12 penyuluh termasuk penyuluh yang menangani urusan programa,
sumberdaya, dan supervisi. Urusan ketatausahaan (staf) memiliki wewenang
untuk memberikan bantuan atau petunjuk kepada pemimpin balai. Urusan
10

programa memiliki tanggungjawab untuk membuat programa BP3K


Kecamatan Gadingrejo yang berisi rencana tertulis sebagai pedoman untuk
melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian. Urusan sumberdaya memiliki
tanggungjawab untuk menginventaris sumberdaya yang ada di wilayah kerja
BP3K Kecamatan Gadingrejo, baik sumberdaya manusia, sumberdaya alam
dan lingkungan, dan lain sebagainya. Urusan supervisi memiliki
tanggungjawab untuk melakukan singkronisasi kegiatan penyuluhan dengan
kondisi di lapangan, melakukan evaluasi awal terhadap kesiapan program,
membuat rencana kunjungan dan melakukan realisasi kunjungan. Wewenang
dan tanggungjawab masing-masing PPL yaitu melakukan pembinaan
terhadap petani binaan yang ada di wilayah kerja yang telah ditentukan.
11

IV. PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang didapat dari laporan ini adalah sebagai berikut:
a. Awalnya BP3K kec.Gadingrejo masih Bergabung dengan BPP kec.
Gedong tataan dan setelah tahun 1986 BP3K mempunyai kantor BPP
sendiri yaitu dibalai benih umum Gadingrejo dan pada tahun 1987 sudah
mempunyai kantor BPP hingga sampai saat ini.
b. BP3K Gadingrejo mempunyai visi yaitu meningkatkan Balai Penyuluhan
Petanian Perikanan Dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan GadingrejoYang
Mandiri, Inovatif Dan Kreatif Mendukung Ketahanan Pangan.
c. BP3K Gadingrejo mempunyai misi sebagai penunjang visi, diantaranya
meningkatkan jejaring kerjasama pelaku utama dengan pelaku usaha dan
stage holder lainnya; Meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia
pertanian.
d. Pemimpin balai mempunyai pertanggung jawaban langsung kepada 12
penyuluh termasuk penyuluh yang menangani urusan programa,
sumberdaya, dan supervisi.
e. BP3K Gadigrejo berperan dalam mengkoordinasikan, mensinergikan dan
menyelaraskan kegiatan-kegiatan Pembangunan Pertanian, Perikanan dan
Kehutanan di Wilayah Kegiatannya.

4.2 Saran

Adapun saran yang dapat diberikan untuk penyuluhan BP3K ini adalah
sebagai berikut:
12

a. BP3K dapat menjaga dan meningkatkan infrastruktur yang ada


b. BP3K diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan terutama di
Kecamatan Gadingrejo
c. BP3K dapat memberikan penyuluhan yang berkelanjutan kepada
masyarakat khususnya petani
d. BP3K mampu menyelenggaraan kegiatan-kegiatan pembangunan
pertanian di Kecamatan Gadingrejo
13

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pertanian. 2000. Modul Manajemen Peyuluhan Pertanian. Badan

pengembangan SDM dan penyuluhan Pertanian Pusat pengembangan Petugas

pertanian. Jakarta.

Margono. 2004. Modul penyuluhan pertanian. Rineka Cipta. Jakarta.

Mardikanto, T. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Sebelas Maret

University Press. Surakarta.

Nasution, Z. 1990. Prinsip-Prinsip Komunikasi Untuk Penyuluhan. Lembaga

Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.


14

LAMPIRAN
15

Gambar 3. Halaman depan BP3K Gadingrejo

Gambar 4. Wawancara dengan narasuber

Gambar 5. Poto bersama Narasumber

Anda mungkin juga menyukai