Laporan Praktikum 4
Laporan Praktikum 4
Laporan Praktikum 4
“Rangkaian Listrik”
Nama:
NIM :
Prodi :
Dosen :
I. JUDUL PRAKTIKUM
Rangkaian Pembagi Tegangan
24
Dalam rangkaian dua resistor yang dihubungkan secara seri melalui Vin, yang
merupakan tegangan listrik yang terhubung ke resistor, Rtop, di mana tegangan
keluaran Vout adalah tegangan resistor Rbottom yang diberikan oleh formula. Jika
lebih resistor dihubungkan secara seri pada rangkaian maka tegangan yang
berbeda akan muncul di setiap resistor berkaitan dengan masing-masing hambatan
R (IxR hukum Ohms) menyediakan tegangan berbeda dari satu sumber
pasokan/catudaya. Namun, harus berhati-hati ketika menggunakan jaringan jenis ini
sebagai impedansi karena dapat mempengaruhi tegangan keluaran.
Sebagai contoh;Misalkan Anda hanya memiliki 12V DC supply dan
rangkaian Anda yang memiliki impedansi 50Ω memerlukan pasokan 6V.
Menghubungkan dua nilai yang sama resistor, misalkan masing-masing 50Ω
bersama-sama sebagai sebuah jaringan pembagi potensial di 12V akan mendapatkan
hasil yang diharapkan /baik sampai anda menambahkan beban rangkaian kedalam
jaringan.. Hal ini ditunjukkan seperti rangkaian di bawah ini:
25
Contoh:
Menghitung tegangan di X and Y.
a) Tanpa penambahan RL
b) Dengan RL tersambung
Seperti yang dapat Anda lihat dari atas, Vout tegangan output tanpa resistor
beban terhubung memberikan kita yang diperlukan yakni 6V, tapi tegangan output
yang sama pada saat beban Vout terhubung turun menjadi hanya 4V, (Resistor
dalam Parallel). Maka tegangan keluaran Vout ditentukan oleh rasio Vtop untuk
Vbottom dengan efek mengurangi level tegangan sinyal atau dikenal sebagai
Attenuation sehingga harus berhati-hati bila menggunakan jaringan pembagi
potensial. Semakin tinggi beban impedansi menimbulkan efek pembebanan pada
output.
Sebuah resistor variabel, potensiometer atau sering disebut juga Pot, adalah
contoh yang baik dari multi-resistor pembagi tegangan. Pengaturan dengan
memutar/menggeser tombol pada portensiometer akan menghasilkan Resistansi
yang berbeda pada kaki resistor sehingga akan menghasilkan tegangan keluaran
yang kita harapkan dengan lebih akurat.
26
V. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Aturlah tegangan pada power supply sebesar 15 volt. Ukur dengan
bantuan multimeter.
2. Buatlah rangkaian mengikuti gambar berikut ini.
R1
10k
B1
15V
R2
10k
3. Ukurlah tegangan pada R1 dan R2, kemudian catat hasilnya. Ubah nilai
resistansi R1 dan R2, serta lakukan kembali pengukuran tegangan
mengikuti tabel berikut ini.
NO. Nilai R1 Nilai R2 Tegangan R1 Tegangan R2
1 10K 10K
2 10K 1K
3 10K 2.2K
4 1 2.2K
5 1 1K
6 1 10K
7 2.2K 10K
8 2.2K 1K
9 2.2K 2.2K
10 2K 1K
27
VI. TUGAS
Rangkailah rangkaian pembagi tegangan yang menghasilkan tegangan
sebesar 6 volt dengan tegangan sumber sebesar 15 volt.
28